Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Tradisi Perang Pandan di Desa Tenganan Pegringsingan: Simbol Bhakti dan Pendewasaan Generasi Muda Serta Melatih Tanggungjawab

I Wayan Adi Prabawa • Kamis, 6 Juni 2024 | 19:53 WIB
PERANG PANDAN: Perang Pandan yang dilaksanakan di Desa Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem, Rabu (5/6).
PERANG PANDAN: Perang Pandan yang dilaksanakan di Desa Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem, Rabu (5/6).

KARANGASEM, JEMBRANA EXPRESS – Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem, dikenal dengan berbagai tradisi yang sarat akan arti dan makna.

Salah satu tradisi yang terkenal dari desa Bali Aga ini adalah Perang Pandan atau mekere-kere, yang dilaksanakan setiap tahun tepat di sasih kelima kalender Tenganan.

Baca Juga: Kerahkan Lima Alat Berat Hingga Anjing Pelacak, Pencarian Korban Longsor di Lumajang Belum Membuahkan Hasil

Pada Perang Pandan yang dilaksanakan pada Rabu (5/6), meskipun diwarnai darah pada tubuh para peserta, tidak ada krama yang dendam atau marah.

Mereka justru sangat antusias dalam melaksanakan ngayah, sebuah bentuk pengabdian kepada desa dan tradisi.

Desa Tenganan Pegringsingan pun menjadi ramai dengan kehadiran tidak hanya warga Karangasem tetapi juga turis asing yang antusias menyaksikan tradisi ini.

PERANG PANDAN: Perang Pandan yang dilaksanakan di Desa Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem, Rabu (5/6).
PERANG PANDAN: Perang Pandan yang dilaksanakan di Desa Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem, Rabu (5/6).

Menurut I Putu Suarjana, Tamping Takon Tebenan atau orang nomor dua di Desa Tenganan Pegringsingan, Perang Pandan merupakan tradisi tahunan yang penting bagi desa.

Tradisi ini bertujuan untuk pendewasaan teruna atau remaja di desa tersebut. “Kami sudah memiliki pakem tersendiri dalam melaksanakan Perang Pandan ini,” ujarnya.

Baca Juga: Eks Wasit Liga 1 Shaun Evans Pimpin Laga Timnas Indonesia Lawan Irak di Stadion Gelora Bung Karno, Dulu Pimpin Laga Persija Jakarta vs Persib Bandung

Perang Pandan adalah bentuk rasa bhakti krama setempat kepada Dewa Indra, dewa perang yang juga menjadi sungsungan (pelindung) krama setempat.

Suarjana menjelaskan bahwa tradisi ini melatih para peserta untuk bertanggung jawab.

"Dalam perang ini bukan berarti berkompetisi, tetapi merupakan menjalankan tradisi sehingga tidak ada dendam yang terpendam dalam kegiatan ini," paparnya.

 

Baca Juga: Kasus Penembakan di Tampaksiring Gianyar: Polisi Pastikan Motif Asmara, Ingatkan Warga Kekerasan Bukan Solusi Atasi Masalah

Persiapan untuk pelaksanaan Perang Pandan dilakukan oleh generasi muda di desa, baik laki-laki maupun perempuan.

Namun, yang terlibat langsung dalam perang pandan adalah laki-laki. "Mereka nantinya siap berbuat untuk desa, siap berbuat untuk dirinya sendiri, juga berbuat untuk keluarga," pungkas Suarjana.

PERANG PANDAN: Perang Pandan yang dilaksanakan di Desa Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem, Rabu (5/6).
PERANG PANDAN: Perang Pandan yang dilaksanakan di Desa Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem, Rabu (5/6).

Dengan tradisi Perang Pandan, Desa Tenganan Pegringsingan tidak hanya mempertahankan warisan budaya tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang bertanggung jawab dan berbakti kepada desa dan leluhur.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#karangasem #Tenganan Pegringsingan #perang pandan #daya tarik wisata #warisan budaya #bali #atraksi budaya