Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Daksina: Makna Mendalam dan Komponen Penting dalam Upacara Keagamaan Hindu Bali - Panduan Lengkap dari Dosen Upakara

I Putu Mardika • Selasa, 16 Januari 2024 | 18:20 WIB
Daksina memiliki makna penting dalam upakara Hindu di Bali
Daksina memiliki makna penting dalam upakara Hindu di Bali

SINGARAJA, JEMBRANA EXPRESS - Dalam sebuah upacara keagamaan (Hindu di Bali), Daksina menjadi bagian penting yang terbuat dan berisi beragam sarana.

Dalam wawancara dengan Dosen Upakara STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dra. Ni Wayan Murniti, M.Ag., mengungkapkan pentingnya setiap elemen yang menyusun Daksina dan maknanya masing-masing.

Daksina terdiri dari beberapa sarana yang memiliki makna tersendiri, seperti Alas Bedogan yang terbuat dari janur berbentuk bulat dan panjang dengan batas pinggirnya, melambangkan pertiwi unsur yang jelas terlihat.

Bedogan, bagian tengah Daksina, menggambarkan lambang Akasa yang tanpa tepi, menjadi simbol hukum Rta (Hukum Abadi Tuhan) dan manifestasi Hyang Widhi Wasa sebagai Hyang Ibu Pertiwi.

Tampak Dara, yang dibuat dari dua potongan janur dijahit, membentuk tanda tambah sebagai lambang keseimbangan makrokosmos dan mikrokosmos, juga melambangkan swastika, menandakan keadaan yang baik.

Dalam Daksina juga terdapat berbagai elemen seperti beras, porosan, kelapa, dan telur itik, masing-masing dengan simbol dan makna tertentu.

Wayan Murniti menjelaskan, "Daksina membawa makna bhakti kehadapan Hyang Widhi dalam wujud Tri Murti, simbol matahari, bulan, dan bintang, mencerminkan arah mata angin, serta sebagai alat penebus segala kekurangan."

Beliau menyoroti pentingnya keberadaan setiap komponen dalam Daksina, terutama bagi pedagang banten yang menjualnya.

Menurutnya, komponen seperti tapak dara, uang bolong, gegantusan, pangi, tingkih, dan telur bebek memiliki makna khusus, dan perlu diperhatikan secara lengkap.

"Jangan hanya memperhitungkan keuntungan, tapi pastikan unsur-unsur tersebut komplit," tambahnya.

Dalam konteks etika pembuatan Daksina, Wayan Murniti menegaskan perlunya perhatian terhadap kebersihan diri dan keikhlasan saat membuat upakara.

"Penting untuk membersihkan diri dan memahami unsur-unsur yang harus ada saat membuat Daksina, agar tidak hanya fokus pada keuntungan semata," tutupnya.

Dengan demikian, Daksina bukan hanya merupakan bagian dari upacara keagamaan, tetapi juga mengandung makna mendalam yang mencerminkan keseimbangan alam dan spiritualitas.

Pedagang diharapkan memahami dan menjaga integritas Daksina sebagai satu kesatuan yang utuh.

 

Editor : I Putu Suyatra
#daksina #simbol #hindu #Sarana #tradisi #bali #upakara