Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Nyepi Adat di Bugbug: Rangkaian Aci Manda dalam Tradisi Umat Hindu Bali di Karangasem

I Putu Suyatra • Sabtu, 20 Januari 2024 | 16:17 WIB
Klian Desa Adat Bugbug: I Nyoman Purwa Ngurah Arsana. (ist)
Klian Desa Adat Bugbug: I Nyoman Purwa Ngurah Arsana. (ist)

KARANGASEM, JEMBRANA EXPRESS - Pelaksanaan Nyepi di Desa Adat Bugbug, Karangasem, mengikuti tradisi Aci Manda sebagai bagian penting dari perayaan tahun baru caka.

Nyepi Adat ini, yang dilaksanakan setiap tahun sekali, merupakan bagian dari perayaan Aci Manda yang diselenggarakan oleh umat Hindu Bali di Desa Bugbug, Karangasem.

I Nyoman Purwa Ngurah Arsana, Klian Desa Adat Bugbug, menjelaskan bahwa Nyepi Adat dilakukan pada panglong 13, 4, atau 15 sasih kawulu.

Namun, berbeda dari Nyepi umum di Bali, Nyepi Adat hanya berlangsung dari pukul 06.00 hingga 18.00. Pada pukul 12.00, masyarakat keluar untuk sembahyang di Bale Agung, sebelum kembali menjalankan penyepian hingga waktu yang ditentukan.

"Pelanggaran akan dikenakan denda sebesar Rp 5 ribu per orang, sebagai peneguhan nilai dan penghormatan terhadap adat desa," ungkap Purwa pada Jumat (19/1).

Selama Nyepi Adat, masyarakat tetap mematuhi catur brata penyepian, dan toko serta perkantoran di Desa Bugbug tutup selama perayaan tersebut.

Purwa menambahkan bahwa penting untuk menjaga kesucian acara ini, dan pelanggaran akan merugikan harga diri serta kehormatan adat desa.

Nyepi Adat merupakan bagian dari rangkaian Aci Manda, yang juga melibatkan Piodalan Sanghyang Aji Raja Purana.

Aci Manda, sebagai ritual nedunang (menurunkan) dan mengupacarai Sanghyang Aji Raja Purana, dilaksanakan sehari sebelum Nyepi Adat.

Purwa menjelaskan bahwa Aci Manda adalah pengewajantahan dari semua ritual dan upacara di Desa Adat Bugbug.

Dalam prosesi Aci Manda, pemangku, Daha Truna Desa, truna truni Banjar Adat, ancangan desa, penglingsir desa adat, para prajuru, dan krama Desa Adat Bugbug bersama-sama mengelilingi Desa.

Truna Desa membawa sesurakan terbuat dari pohon enau yang diisi janur yang diukir dengan indah.

Prosesi Manda melibatkan perjalanan dari Pura Puseh ke selatan melewati Pura Bale Agung sampai Banjar Adat Sega, kemudian ke utara, dan terakhir mengelilingi Pura Bale Agung sebanyak tiga kali sebelum persembahyangan bersama di Pura Bale Agung. (*)

 

Editor : I Putu Suyatra
#karangasem #hindu #nyepi #bali #bugbug #Adat