Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Saat Ngusaba Dalem di Bantang, Krama Lanang Bertugas Ngerempah

I Putu Mardika • Sabtu, 27 Januari 2024 | 01:04 WIB

Proses ngusaba Dalem di Desa Adat Bantang, Kecamatan Kintamani, Bangli
Proses ngusaba Dalem di Desa Adat Bantang, Kecamatan Kintamani, Bangli
JEMBRANA EXPRESS-Proses Ngusaba Dalem dimulai jika pemimpin upacara yang akan muput upacara sudah mendapat sapi atau Jero Gede yang sesuai untuk digunakan saat upacara. Setelah itu, pagi harinya krama laki-laki Desa Adat Bantang tedun untuk ngerempah wewalungan jero gede.

Jro Mangku Widana menyebutkan setelah ngerempah wewalungan, sebagai bhakti urip wewalungan di tempatkan di dalam Belatung. Kemudian wewalungan tersebut dibawa ke Pura Dalem Desa.

Para Jero Peduluan dan Jero Gede (sapi) diiringi oleh Daa Truna dan ditaburi sekar ura sampai di Pura Dalem. Sesampainya Jero Peduluan di Pura Dalem membawa Jero Gede dilanjutkan dengan melaksanakan upacara persembahyangan diawali dengan nganteb di jeroan munggah banten yang akan dihaturkan di Pura Dalem.

Setelah upacara persembahyangan selesai, daging Jero Gede yang digunakan sebagai sarana upakara yang disebut dengan malang. Malang tersebut akan dimaling atau dicuri oleh krama Sledi yang sudah ditunjuk dan bersedia untuk mencuri malang tersebut. Uniknya, pencuri itu kemudian akan dilempari dengan tuak oleh truna Desa Adat Bantang.

“Rangkaian pelaksanaan upacara Ngusaba Dalem ini diyakini dapat meredam kekhawatiran akan adanya malapetaka yang akan menimpa suatu masyarakat apabila tidak melaksanakan upacara Ngusaba Dalem ini,” tutupnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#Ngusaba Dalem #ngerempah wewalungan #kintamani #desa adat bantang