Jro Mangku Widana menyebutkan setelah ngerempah wewalungan, sebagai bhakti urip wewalungan di tempatkan di dalam Belatung. Kemudian wewalungan tersebut dibawa ke Pura Dalem Desa.
Para Jero Peduluan dan Jero Gede (sapi) diiringi oleh Daa Truna dan ditaburi sekar ura sampai di Pura Dalem. Sesampainya Jero Peduluan di Pura Dalem membawa Jero Gede dilanjutkan dengan melaksanakan upacara persembahyangan diawali dengan nganteb di jeroan munggah banten yang akan dihaturkan di Pura Dalem.
Setelah upacara persembahyangan selesai, daging Jero Gede yang digunakan sebagai sarana upakara yang disebut dengan malang. Malang tersebut akan dimaling atau dicuri oleh krama Sledi yang sudah ditunjuk dan bersedia untuk mencuri malang tersebut. Uniknya, pencuri itu kemudian akan dilempari dengan tuak oleh truna Desa Adat Bantang.
“Rangkaian pelaksanaan upacara Ngusaba Dalem ini diyakini dapat meredam kekhawatiran akan adanya malapetaka yang akan menimpa suatu masyarakat apabila tidak melaksanakan upacara Ngusaba Dalem ini,” tutupnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika