Praktisi Usada Bali, Gede Sutana, S.Kes, M.Si mengatakan saat ini loloh menjadi salah satu minuman tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya masyarakat Bali yang dekat dengan obat-obatan tradisional. Salah satu loloh yang banyak beredar dipasaran dan dikonsumsi oleh masyarakat adalah loloh don cemcem.
Loloh don cemcem berasal dari bahan baku daun cemcem bernama ilmiah Spondias pinnata (Lf) Kurz. Loloh ini dibuat dengan cara tradisional seperti pembuatan jamu pada umumnya disertai beberapa bahan tambahan lain yang dapat memperkuat rasa dari loloh tersebut.
Sejak bertahun-tahun, masyarakat meyakini jika mengkonsumsi Loloh don Cemcem maka badan akan terasa lebih segar, bugar serta dapat menghilangkan panas dalam. “Loloh Don Cemcem juga dipercaya menyehatkan, ditambah rasa loloh yang khas dan enak,” jelasnya, Selasa (21/9) siang.
Lebih lanjut dikatakan Sutana secara fisik, tanaman Cemcem merupakan tanaman yang tinggi pohonnya sekitar 20 meter. Batang berbentuk tegak, bulat, berkayu, permukaan halus, percabangan simpodial, putih kehijauan.
Daun Cemcem bersifat majemuk, berbentuk lonjong, dengan menyirip ganjil. Posisi daun tersebar, pangkal runcing, ujung meruncing, pertulangan menyirip, tepi rata, panjang 5-8 cm, lebar 3-6 cm, berwarna hijau.
Sutana mengatakan, agar bisa dinikmati menjadi loloh, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan terhadap daun cemcem. Seluruh proses pembuatan loloh wajib memperhatikan higientias atau kebersihannya.
Pastikan tangan dan bagian-bagiannya harus selalu dijaga kebersihannya dengan memotong kuku dan mencucinya serta tidak menggunakan kutek. Selama proses pembuatan tidak merokok, menutup luka yang terbuka dengan plester anti air.
Ia menyarankan agar tidak mengolah jamu saat sakit. Seperti menderita flu, demam, pilek atau sakit tenggorokan, sakit saluran cerna, muntah-muntah, sakit kulit. Pembuat disarankan tetap menggunakan pakaian yang bersih, sarung tangan, sepatu yang baik“Jangan sampai karena kurang higienis, malah loloh justru menjadi sumber penyakit,” pesannya.
Mencuci tangan dan menyiapkan bahan berupa daun cemcem (Spondias pinnata (Lf) Kurz) dan air menjadi tahap awal pembuatan loloh. Selajutnya siapkan pula bahan baku lain berupa garam, asam jawa gula merah, gula pasir, terasi bakar, cabe rawit dan kelapa muda serta airnya sebagai bahan pendukung, Siapkan alat-alat berupa penggiling daun, alat penyaring, wadah, sendok kayu hingga botol.
Pengolahan loloh don cemcem dimulai dari mencuci daun cemcem hingga bersih. Kemudian dihancurkan dengan penggilingan dengan dicampurkan air sedikit. Setelah hancur, larutan daun cemcem diremas-remas di dalam wadah atau baskom kemudian disaring dan diremas lagi sambil ditambah air sedikit sampai semua sarinya keluar.
Hasil dari saringan dimasukkan dalam drum kemudian ditambahkan air sesuai kebutuhan. Tambah gula merah, gula pasir, cabe rawit yang dihaluskan, asam jawa dan garam. Terakhir tambahkan air kelapa dan kelapa muda yang diserut kasar diadukaduk sampai tercampur sempurna. “Minuman Loloh don cemcem dimasukkan ke dalam botol untuk dikonsumsi,” paparnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika