Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Tradisi Potong Gigi Mapandes dalam Ritual Hindu Bali: Memahami Makna dan Simbolisme

I Putu Suyatra • Rabu, 31 Januari 2024 | 13:35 WIB
Tradisi Potong Gigi bagi umat Hindu di Bali
Tradisi Potong Gigi bagi umat Hindu di Bali

JEMBRANA EXPRESS - Siklus ritual khas manusia Hindu di Bali ternyata sudah dimulai sejak dalam kandungan ibu.

Setiap fase kehidupan dilalui dengan berbagai upacara, termasuk saat memasuki dewasa, seperti Mapandes yang lebih dikenal sebagai upacara Potong Gigi.

Ritual Potong Gigi, atau Mapandes (Masangih/Matatah), merupakan proses penting dalam tradisi Hindu Bali.

Praktisi upacara, Ida Bagus Sudarsana, menjelaskan bahwa Mapandes memberikan kesempatan kepada anak untuk memohon maaf atas kesalahannya.

Mapandes merupakan bagian dari upacara Manusa Yadnya dalam Panca Yadnya, yang diatur dalam Lontar Dharma Kahuripan.

Lontar tersebut merinci setiap tahap ritual, mulai dari kehamilan hingga Potong Gigi, yang memiliki tiga makna penting.

Enam musuh dalam diri manusia, seperti nafsu, tamak, kemarahan, kebingungan, mabuk, dan dengki, dihilangkan melalui Mapandes.

Proses ini vital, karena ketidakmampuan mengendalikan musuh-musuh ini dapat membawa kesengsaraan.

Ritual berlanjut dengan Masangih, yang melibatkan penyembahan kepada orang tua sebagai simbol pemurnian pikiran.

Matatah, sebagai tahap terakhir, melibatkan pemotongan gigi taring oleh seorang sangging.

Seluruh rangkaian upacara dilakukan di pamerajan atau sanggah serta di balai adat.

Upacara ini tidak hanya memiliki nilai spiritual tetapi juga memohon restu kepada roh leluhur dan kedua orang tua.

Ida Pedanda Gede Kekeran Pemaron dari Griya Agung Mandhara, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi Badung, Bali menjelaskan bahwa inti dari upacara Potong Gigi ini adalah untuk menghilangkan kotoran diri, mencari hakekat manusia yang sejati, dan menceritakan mitologi Bhatara Kala.

Cerita tentang Bhatara Kala mencari orang tuanya di surga menjadi analogi dalam upacara Matatah.

Dewa Siwa akhirnya menghadapi Bhatara Kala, dan setelah taringnya dipotong, Bhatara Kala bisa bertemu dengan orang tuanya.

Rangkaian proses ini sarat dengan simbolisme dari itihasa, seperti adanya bantal yang melambangkan Gunung Kailasa.

Dengan demikian, setiap langkah dalam upacara Potong Gigi ini memiliki makna mendalam dan merayakan warisan kepercayaan Hindu Bali. (*)

Editor : I Putu Suyatra
#hindu #tradisi #ritual #potong gigi #bali