Uli Gadang, terutama yang berwarna hijau, dipercaya memiliki manfaat baik secara sekala (nyata) maupun niskala (gaib).
Pengrajin perhiasan berbahan Uli, I Wayan Weda, menjelaskan bahwa Uli Gadang memiliki dua manfaat utama.
Dengan bentuk yang kecil, Uli Gadang memiliki pamor tinggi karena dapat berfungsi sebagai penangkal gangguan ilmu hitam dan sebagai penetralisasi racun, menurut penuturan Weda.
"Uli Gadang dapat digunakan sebagai benteng melawan energi negatif dan racun, terutama pada malam hari saat energi ilmu hitam cenderung aktif," ungkap Weda.
Lebih lanjut, Weda menyarankan agar Uli Gadang digunakan sebagai perhiasan seperti cincin, gelang, atau mata kalung pada malam hari, khususnya saat tidur, untuk memaksimalkan manfaatnya sebagai penangkal ilmu hitam.
Sebagai penetralisasi racun, Uli Gadang direkomendasikan direndam dalam gelas berisi air minimal 15 menit, dan air hasil rendaman tersebut yang diminum.
Bentuk batangan Uli Gadang lebih disarankan untuk proses rendaman agar tidak dipengaruhi oleh unsur logam.
Tak hanya itu, beberapa kalangan meyakini bahwa Uli Gadang juga dapat meningkatkan aura kewibawaan.
Hal ini membuatnya diminati oleh para pejabat yang mencari peningkatan keberlanjutan kewibawaan mereka.
Weda menegaskan bahwa khasiat Uli Gadang sebenarnya sudah terdapat secara alami karena berasal dari laut.
Meskipun demikian, proses pasupati atau penghidupan secara gaib dapat dilakukan jika diinginkan, tanpa mengurangi khasiat alami yang dimilikinya.
Dengan demikian, Uli Gadang tetap menjadi pilihan yang kuat bagi mereka yang mencari perlindungan dan kekuatan gaib. (*)