Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Upacara Mapetik dalam Tradisi Hindu Bali: Memahami Simbolisme dan Kebhinekaan

I Putu Suyatra • Kamis, 8 Februari 2024 | 14:47 WIB
Upacara mapetik dalam tradisi Hindu Bali.
Upacara mapetik dalam tradisi Hindu Bali.

JEMBRANA EXPRESS - Dalam tradisi yang kaya akan makna, kelahiran seorang bayi dalam masyarakat Hindu Bali tidak sekadar menjadi momen biasa.

Salah satu upacara penting yang melengkapi perjalanan kehidupan si kecil adalah upacara Mapetik, sebuah ritual yang sarat makna dan mengisyaratkan pembebasan dari segala kotoran lahiriah dan batiniah.

Menurut Ida Pedanda Gde Purwa Gautama dari Geria Wanasari Talibeng, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, seperti dikutip dari Bali Express, upacara Mapetik melibatkan pemotongan rambut pertama kali setelah kelahiran.

Ini bukan semata-mata pemotongan rambut, melainkan simbol penyucian yang menghilangkan jejak kotoran lahiriah.

Dengan demikian, rambut yang tumbuh kemudian menjadi lambang kesucian yang baru.

Prosesi Mapetik tidak hanya berhenti pada pemotongan rambut, tetapi juga mencakup serangkaian tindakan simbolis yang mengikuti tradisi setempat.

Mulai dari pembersihan natab prayasita hingga pangelukatan oleh Ida Pedanda, semuanya memiliki makna mendalam yang menghubungkan si bayi dengan spiritualitas dan kebersihan lahir-batin.

Namun, penting untuk dicatat bahwa tradisi Mapetik tidak bersifat monolitik di seluruh Bali.

Setiap daerah memiliki variasi yang unik, seperti yang diungkapkan oleh Ida Pedanda, bahwa di Kabupaten Badung dan beberapa daerah lainnya, upacara Mapetik dapat dilakukan pada usia tiga oton atau 630 hari.

Ini menunjukkan kekayaan kebhinekaan budaya dalam praktik keagamaan Hindu Bali.

Dengan demikian, upacara Mapetik tidak hanya merupakan perayaan kelahiran, tetapi juga memperlihatkan kearifan lokal yang berkembang dalam masyarakat Hindu Bali.

Sebagai bagian dari warisan budaya yang kaya, upacara ini mengajarkan tentang kesucian, pembebasan, dan keberagaman yang ada dalam tradisi agama Hindu di pulau Dewata ini. ***

Editor : I Putu Suyatra
#mapetik #hindu #tradisi #bali