Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Warna Kain Tenun Gringsing Wayang Kebo Sarat Makna, Merah Warna Unsur Api

I Putu Mardika • Sabtu, 10 Februari 2024 | 04:34 WIB

Kain Tenun Gringsing Wayang Kebo dan motifnya
Kain Tenun Gringsing Wayang Kebo dan motifnya
JEMBRANA EXPRESS-Kain Tenun Gringsing Wayang Kebo Desa Adat Tenganan Pegringsingan terdiri dari tiga warna yang menyusunnya yaitu merah, hitam atau biru tua dan putih atau kuning. Ketiga warna tersebut memiliki arti tersendiri terkait dengan unsur – unsur yang ada di alam.

Dikatakan Putu Yudiana, Warna merah melambangkan unsur api, warna kuning/putih melambangkan unsur udara, dan warna hitam/biru tua melambangkan air. Ketika salah satu dari ketiga unsur tersebut terganggu, maka kehidupan manusia pun juga terganggu.

Hal ini berarti bahwa manusia tidak dapat lepas dari alam sekitar. Dari kepercayaan tersebut maka lahirlah konsep jika kehidupan manusia itu ada karena diciptakan, kemudian kehidupan tersebut dipelihara, dan mati dilebur.

Kepercayaan akan dewa sebagai simbol warna kemudian menjadi keyakinan bahwa tenun yang dibuat secara turun temurun akan menyelamatkan mereka setelah kematian

Ia menambahkan, Secara filosofis, tanda tambah atau tapak dara sendiri adalah penolak bala. Simbol ini sangat dijaga oleh masyarakat Tenganan Pegringsingan. Selain itu juga berarti empat arah mata angin, yaitu Timur, Barat, Selatan, dan Utara.

Dalam kehidupannya, masyarakat Tenganan Pegringsingan membangun empat pintu masuk desa yang disebut dengan Lawangan Agung. Lawangan Agung memiliki fungsi yang bernama jaga satru yang artinya adalah menjaga dari musuh.

“Maksudnya menjaga keamanan, kenyamanan, dan keutuhan adat masyarakat desa Tenganan Pegringsingan dari pengaruh luar,” tutupnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#Biru tua #Merah #Desa Adat Tenganan #wayang kebo #Gringsing #putih #Kuning