Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Mengungkap Kesucian Alang-Alang: Tumbuhan Penting dalam Upacara Hindu di Bali

I Putu Suyatra • Minggu, 11 Februari 2024 | 13:44 WIB
Alang-alang adalah salah satu tanaman yang sering dimanfaatkan umat Hindu di Bali
Alang-alang adalah salah satu tanaman yang sering dimanfaatkan umat Hindu di Bali
 
 
JEMBRANA EXPRESS - Di antara keindahan alam Bali, terdapat sebuah tumbuhan yang lebih dari sekadar tanaman liar biasa.
 
Alang-Alang (imperata cylindrica raeusch), dikenal sebagai Lalang atau Ambengan dalam bahasa Bali, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual dan kepercayaan Hindu di pulau ini.

Dalam ritual keagamaan, Alang-Alang tidak sekadar menjadi dekorasi, tetapi memiliki peran suci yang mendalam.

Daunnya yang panjang, runcing, dan tajam dianggap sebagai simbol spiritualitas yang menghubungkan langit dan bumi.

Kisah kesucian Alang-Alang merujuk pada legenda Sang Garuda dalam Adi Parwa, di mana tirtha amrita (air suci) jatuh ke daun Alang-Alang, memberikan kesucian yang abadi.

Menurut Sira Mpu Dharma Agni Yoga Sogata, Alang-Alang bahkan digunakan sebagai alas meditasi dalam ajaran Siwa Siddhanta.

“Dalam ajaran Siwa Siddhanta, Alang-alang dijadikan sebagai alas meditasi,” ujarnya.

Ida Mpu, yang tinggal di Griya Taman Geni Candra, Batu Bulan, Gianyar, menyatakan bahwa proses pengambilan Alang-Alang untuk upacara tidak memerlukan prosedur khusus, tetapi niat yang tulus dan suci sangatlah penting.

Dalam proses penggunaannya, Alang-Alang dapat diberkati dengan Gayatri Mantra untuk meningkatkan kesakralannya.

“Karena Gayatri Mantra adalah ibu dari segala mantra. Jadi mantra itupun sudah cukup,” jelasnya.

"Dalam ajaran Siwa Siddhanta, Alang-Alang dijadikan sebagai alas meditasi," ujarnya.

"Dengan percikan tirtha dari alang-alang, dipercaya ada energi alam yang melindungi orang yang sedang sembahyang sehingga bisa tetap fokus." katanya.

Hal ini membuat Alang-Alang dianggap suci di mana pun tumbuhnya, karena kesucian itu tergantung pada pikiran dan niat yang tulus dari pemakainya.

Sebuah kepercayaan yang masih kokoh di hati masyarakat Hindu Bali hingga hari ini.

“Biasanya minimal 11, 33, hingga 108.Tapi, yang pas agar tidak terlalu besar atau kecil adalah 33, kemudian diikat dengan benang,” terangnya.

Dengan demikian, Alang-Alang tidak hanya menjadi bagian dari budaya Bali, tetapi juga menjadi jembatan spiritual yang menghubungkan manusia dengan alam dan kekuatan yang lebih tinggi. (*)

 

 
 
Editor : I Putu Suyatra
#hindu #bali #gayatri #alang-alang