Jro Mangku Nyoman Pening menjelaskan, ada pula bebaturan sebagai Simbol Lingga dan Yoni. Pemedek yang nangkil bisa melakukan sungkem atau pemujaan kepada bebaturan yang ada di pura ini. Dengan harapan mendapatkan kesehatan, kesejahteraan dan kerahayuan.
Ia mengatakan, pujawali di pura ini dilaksanakan pada saat Purnama Sasih Kapat yang umumnya jatuh pada Bulan September-Oktober. Namun, dengan catatan dilarang melaksanakan puncak pujawali saat kondisi pasah.
Saat pujawali, krama menghaturkan sarana piodalan maulu canang Daupan Taksu, Mapengesor Surya Bulan Bintang, metegen tegenan bija ratus satus pelekutus (108) serta meulam Bulu Geles atau kidang.
“Ini sarana yang memang wajib ada saat pujawali. Dan seluruh persiapan upacara di pura ini dipersiapkan oleh pengempon,” tutupnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika