JEMBRANA EXPRESS - Penjaga Pura Ratu Sakti Kancing Gumi menegaskan kepercayaan akan keberadaan sumber mata air di sekitar pura ini yang diyakini memiliki kekuatan spiritual.
Lokasi petirtaan tersebut terletak sekitar 2 kilometer dari pura, dengan akses yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki karena jalannya terjal dan tidak bisa dilalui oleh sepeda motor.
Menurut Mangku Nyoman Tunas, salah satu penjaga pura, lokasi petirtaan ini memiliki karakteristik unik yang mirip dengan sebuah wajan atau penggorengan, dengan luas area yang mencakup Telaga Maya sebagai pusat energi spiritual.
Pura Ratu Sakti Kancing Gumi sendiri berada di tengah hutan lindung Munduk Bukit Keboh, wilayah Banjar Besakih Kawan, Desa Adat Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem.
Pura ini masih menyimpan sejarahnya meskipun terkubur akibat letusan Gunung Agung pada tahun 1963.
Meskipun debit air dari sumber mata air di petirtaan tersebut saat ini kecil, hal ini diyakini disebabkan oleh kurangnya perawatan dan ritual yang dilakukan di tempat tersebut.
Mangku Nyoman Tunas dan beberapa penjaga pura lainnya menyatakan bahwa di area petirtaan tersebut terdapat dua sumber mata air.
Mangku Nyoman Tunas, yang telah banyak melakukan ritual spiritual di tempat tersebut, menyatakan bahwa meskipun bagi sebagian orang hanya terlihat sebagai kubangan dengan tumbuhan rumput, namun bagi yang memiliki sensitivitas spiritual tertentu, area tersebut dipercaya memiliki banyak fenomena unik seperti keberadaan nenek-nenek, pasar, dan perkebunan.
Sebagai salah satu pamangku di Pura Ratu Sakti Kancing Gumi, Mangku Nyoman Tunas sering kali mengantar pengunjung dari luar Karangasem untuk melakukan ritual malukat di petirtaan tersebut.
"Saya dengan senang hati akan membimbing pengunjung ke sana, meskipun harus melalui perjalanan yang harus ditempuh dengan berjalan kaki," ungkap Mangku Nyoman Tunas kepada Bali Express. ***