Dikatakan Bendesa Adat Sukawana, Wayan Jasa, Mangku Bunga dipilih berdasarkan beberapa kriteria seperti seorang anak kecil yang berumur minimal 5-6 tahun. Anak tersebut tidak memiliki kekurangan fisik, tidak cacat mental, dan sudah mandiri dalam artian tidak merepotkan seseorang pada saat menjalankan tugasnya.
“Mangku Bunga dipilih dari seorang anak kecil karena mereka belum mengenal wanita, kepentingan politik, hukum, emosional, dan egoisme. Status Mangku Bunga dapat dikatakan hilang apabila seorang Mangku Bunga sudah mulai memikirkan wanita di kehidupannya,” ungkapnya.
Mangku Bunga memiliki kewajiban memangku, menghormati, memegang, menjaga prasasti yang lahir dari setiap peradaban kerajaan di Sukawana. Mangku Bunga memiliki hak terhadap semua hasil persembahan di pura terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada warga yang lain yang akan diolah sesuai dengan keinginannya
Tugas dari Mangku Bunga ini adalah membersihkan arca-arca yang tidak bisa disentuh oleh orang dewasa atau orang yang kesuciannya telah hilang karena sudah mengetahui hawa nafsu duniawi. “Di Sukawana terdapat prasasti sakral yang tidak boleh disentuh siapapun selain Mangku Bunga tersebut,” singkatnya (dik)
Editor : I Putu Mardika