Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Puluhan Hewan Kurban Jalani Proses Mapepada, Jelang Tawur Agung di Catus Pata Buleleng  

I Putu Mardika • Minggu, 10 Maret 2024 | 01:39 WIB

 

Proses Mapepada di Desa Adat Buleleng terhadap hewan yang akan dijadikan caru pada Tawur Agung Kesanga jelang Hari Raya Nyepi Saka 1946.
Proses Mapepada di Desa Adat Buleleng terhadap hewan yang akan dijadikan caru pada Tawur Agung Kesanga jelang Hari Raya Nyepi Saka 1946.
JEMBRANA EXPRESS-Puluhan hewan yang akan dijadikan caru pada Tawur Agung Kesanga pada Minggu (10/3) terlebih dahulu melalui proses Mapepada. Hewan tersebut disucikan sebelum diolah menjadi caru untuk Tawur Agung saat Pengrupukan jelang hari Raya Nyepi Saka 1946.

Prosesi Mapepada dilaksanakan oleh desa adat Buleleng pada Sabtu (9/3). Upacara Mapepada ini merupakan tradisi yang digelar krama desa adat Buleleng sejak tahun 1835 silam.

kegiatan tersebut bertujuan untuk menyucikan hewan-hewan yang akan dipersembahkan dalam Upacara Tawur Kesanga, serangkaian hari suci Nyepi tahun caka 1946.

Sejak pukul 08.00 wita panitia telah melakukan nyoroh banten atau pengecekan banten atau sarana upacara di Jro Sarati Made Simpen Desa Sambangan. Setelah itu, prosesi mepepada dilaksanakan pada pukul 14.00 wita.

Sejumlah krama desa adat Buleleng telah berkumpul di Pura Desa adat Buleleng dengan memegang beragam hewan yang akan menjadi sarana upacara.

Tercatat sebanyak 22 hewan disucikan pada prosesi mepepada ini. Hewan yang disucikan diantaranya berupa anak sapi atau godel, kambing, babi, anjing, angsa, ayam, itik dan sejumlah hewan lainnya.

Hewan kambing sebagai Suku Pat yang akan diolah menjadi wewalungan dalam pecaruan
Hewan kambing sebagai Suku Pat yang akan diolah menjadi wewalungan dalam pecaruan

Sementara itu tugas ngewalung pada tahun ini dipercayakan kepada banjar adat Banjar Bali.

Kelian Desa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna menjelaskan mapepada merupakan rangkaian upacara untuk membersihkan sarana berupa binatang yang akan dimanfaatkan untuk tawur kesanga yang akan dilaksanakan pada minggu (10/03) di catus Pata Desa Adat Buleleng.

Adapun sulinggih yang muput upacara mapepada adalah Ida Pandita Mpu Dharma Mukti Sida Kerti dari Gria Amia Bhuawa Sari Desa Tukadmungga kecamatan Buleleng.

“Binatang yang digunakan sebagai saran upacara tawur kesanga di sucikan melalui prosesi mepapada. Kami sudah berkoordinasi dengan banjar adat Banjar Bali untuk di proses untuk dilanjutkan pada pembuatan banten pecaruan.” ujarnya.

Sulinggih yang akan memimpin upacara tawur kesanga tersebut masing-masing Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Kertha dari gria Taman Kerta Desa Bubunan Seririt, Ida Sri Bhagawan Rama Sogata dari gria Dalem Cili Ularan Sukasada.

Selain itu, mapepada juga dipuput oleh Ida Bhagawan Dharma Putra Yoga dari gria Agung Bhuwana Agung Desa pelapuan Busungbiu, Ida Pedanda Dungga Purdasa kemenuh dan Ida pandita Mpu Yoga Manik Geni dari gria Sekar Manik Penarungan kecamatan Buleleng. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#mapepada #Tawur Agung Kesanga #ngewalung #Saka 1946 #desa adat buleleng #nyepi