Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Tradisi Perang Api Meriahkan Pengerupukan Desa Adat Nagi Ubud, Bali

I Wayan Ananda Mustika Putra • Rabu, 13 Maret 2024 | 14:04 WIB
Tradisi perang api saat Hari Pengerupukan di Desa Adat Nagi, Ubud, Gianyar, Bali.
Tradisi perang api saat Hari Pengerupukan di Desa Adat Nagi, Ubud, Gianyar, Bali.

JEMBRANA EXPRESS - Umat Hindu di Bali memiliki tradisi unik dan menarik. Salah satu yang sangat menarik adalah perang api di Desa Adat Nagi, Ubud, Gianyar.

Tradisi perang api ini dilaksanakan setiap Hari Pengerupukan. Atau sehari sebelum umat Hindu Bali melaksanakan Catur Brata Penyepian.

Karena dilaksakan tiap tahun, maka Pengerupukan pada Minggu (10/3) beberapa waktu lalu pun digelar tradisi perang api tersebut.

Jro Bendesa Nagi, I Nyoman Sudana, menjelaskan bahwa perang api telah menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya mereka, dilakukan setiap tahun menjelang Nyepi.

Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan sebuah upaya untuk melebur sifat-sifat negatif dalam diri manusia.

"Api merupakan simbol pelebur, sehingga kami yakin api yang menyentuh tubuh kami dalam perang api ini, mampu menghilangkan sifat-sifat negatif yang ada di dalam diri kita," ungkapnya.

Sebelum memulai perang api, peserta tradisi ini disucikan dengan percikan Tirta, air suci, untuk menjaga pikiran mereka tetap positif selama berlangsungnya acara.

Hal ini dilakukan dalam harapan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama perang api berlangsung.

Salah seorang peserta perang api, I Wayan Ekayana, menyatakan bahwa meskipun terkena bara api, ia tidak merasakan panas yang menyengat.

Sebaliknya, sensasi yang ia rasakan seperti terkena air.

Tradisi perang api di Desa Adat Nagi Ubud tidak hanya mempertahankan warisan budaya, namun juga menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman unik dan menarik di Bali.

Dengan semangat kebersamaan dan kepercayaan, masyarakat setempat membuktikan bahwa tradisi-tradisi kuno masih memiliki daya tarik yang kuat di era modern ini.***

 

Editor : I Putu Suyatra
#gianyar #hindu #Pengerupukan #tradisi #ubud #bali #perang api