Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Ciri Karang Panes: Ada Lulut Emas Harus Dipapag, Caru Jagramaya Solusinya

I Putu Mardika • Selasa, 19 Maret 2024 | 03:28 WIB

Jika menemukan lulut emas dan selaka di rumah wajib dipapag
Jika menemukan lulut emas dan selaka di rumah wajib dipapag
JEMBRANA EXPRESS-Lalu apa dampak dari karang panes? Penghuni harus melakukan sejumlah upaya dalam mengatasi karang panes dengan berbagai ciri-ciri yang muncul. Mulai dari rejeki seret hingga sakit-sakitan.

Dosen STHAN Mpu Kuturan Singaraja, Ida Made Windya menjelaskan dampaknya bisa dirasakan oleh penghuninya.

Seperti adanya keinginan ribut antara anggot keluarga, sehingga menjadi menimbulkan ketidaknyamanan. Bahkan tidak jarang penghuninya melakukan upaya ngulah pati dan salah pati.

“Jika dalam lingkungan kita menemukan hal-hal yang disebut sebagai karang panes, dan itu dapat menyebabkan penghuninya sulit mendapatkan rejeki, sakit yang tidak sembuh-sembuh, bertekar terus menerus antar anggota keluarga dan tidak habis-habisnya, menghuningan seolah-olah dibuat kebingungan, pati salah pati dan ngulah pati,” ungkapnya.

Selanjutnya apabila menemukan hal-hal seperti itu, maka paling lama 40 hari harus telah melakukan usaha dan nyasa untuk membersihkan karang panas itu melalui pengruwatan karang panes.

Misalnya jika disebabkan oleh ciri-ciri alam (lulut, tawon, ular, bhuta salah wetu, asap), maka dilakukan pecaruan Jagramaya.

Jika ada lulut emas dan selaka, maka harus dipapag atau disambut karena beliau perwujudan Bhatar Sri dan Bhatara Rambut Sedana dipapag dengan suci asoroh, tebasan, santun, penyeneng, canang sakasidan, daksina linggih.

Lulut emas (mebe ayam biing) dilinggihkan di klumpu. Lulut slaka (mebe ayam putih) dilinggihkan di gedong atha.

Lulut tembaga dan lulut besi (dilarung) ke laut disertai dengan caru jigramaya. Pemarisduha caru ekasata ayam putih (caru jigramaya) paling lambat 1 bln 7 hari (40 hari).

Sebab, jika lewat dari waktu itu, diyakini akan berdampak negatif kepada penghuninya.

“Tentu kita juga harus tahu, disamping karang panes juga ada karang yang baik, yaitu palemahan asah, terpenuhi sinar, udara, dan air, palemahan inang dan Dewa ngukuhi, ada perasaan tenang dan tenteram; dan palemahan mambu, berbau cabe,” tutupnya. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#rejeki #lulut emas #karang panes #dipapag #Seret #ngulah pati #lulut #pecaruan jagramaya