Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Ritual Pemijilan di Selat Gunakan Salaran dari Panca Pala

I Putu Mardika • Minggu, 7 April 2024 | 03:24 WIB

Salaran beragam bentuk seperti Ganesha, Ikan dan Kapal Laut saat dihaturkan ketika nyejer serangkaian upacara Pamijilan di Desa Adat Selat Karangasem yang menggunakan sarana panca pala
Salaran beragam bentuk seperti Ganesha, Ikan dan Kapal Laut saat dihaturkan ketika nyejer serangkaian upacara Pamijilan di Desa Adat Selat Karangasem yang menggunakan sarana panca pala
JEMBRANA EXPRESS-Tradisi Pemijilan di Desa Adat Selat, Kecamatan Selat, Karangasem menggunakan beragam sarana, salah satunya adalah panca pala.

Sarana panca pala seperti pala gantung, pala bungkah, pala wija. Bahan yang digunakan dalam proses pembuatannya pun harus diperhatikan.

Dalam pembuatan Salaran menggunakan buah-buahan, pala bungkah, pala gantung, dan palawija hasil perkebunan dan pertanian masyarakat.

Bendesa Adat Selat Jro Mangku I Wayan Gede Mustika mengungkapkan proses membuat sketsa dilakukan dengan menggunakan pensil dengan segala ukuran.

Selanjutnya dilanjutkan dengan membuat rangka atau kontruksi Salaran menggunakan bahan-bahan alami seperti kayu dan bambu.

Kemudian dilanjutkan dengan proses merangkai buah hingga menjadi bentuk yang diinginkan. Proses finishing, dengan merapikan bentuk Salaran dan juga menghiasnya dengan bunga. Semuanya dikerjakan secara bersama-sama.

Jro Mangku I Wayan Gede Mustika menjelaskan dalam proses pembuatan Salaran, digunakan teknik merangkai sebagai teknik utama dalam pembuatannya salaran.

Proses awal dari pembuatan Salaran melalui proses pemilihan buah yang sesuai dengan teknik yang akan digunakan untuk membentuk Salaran tersebut. Proses membuat sketsa yang digunakan pensil dengan segala ukuran.

Proses membuat rangka perancangan atau konstruksi Salaran menggunakan bahan-bahan alami seperti kayu dan bambu.

Proses merangkai buah hingga menjadi bentuk yang diinginkan. Selanjutnya dilakukan proses finishing, dengan merapikan bentuk Salaran dan juga menghiasnya dengan bunga.

“Dalam upacara Pamijilan di Desa Adat Selat, Salaran dihaturkan di depan pelinggih utama Pura Bale Agung. Setiap harinya Salaran yang dihaturkan terkadang berjumlah dua buah atau lebih, yang mana dihaturkan secara silih berganti oleh masing-masing desa, banjar, dan desa penyanding serta terletak di sisi kanan dan kiri pelinggih utama Pura Bale Agung” imbuhnya.

Ia menyebut, proses pembuatan juga memperhatikan Konsep satyam (kebenaran) yang terdapat dalam Salaran yaitu terlihat pada proses pembuatannya dengan memperhatikan penempatan buah-buahan dan bentuknya.

Konsep siwam (kesucian) yang terdapat dalam Salaran terlihat dari fungsinya sebagai sarana upacara yadnya.

“Ini juga memperhatikan konsep sundaram (keindahan) dalam Salaran terlihat pada keindahan bentuk buah-buahan hasil perkebunan dan pertanian warga setempat yang juga dihiasi dengan bunga sebagai pemanis Salaran,” pungkasnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#karangasem #pala #Desa Adat Selat #Salaran #selat #Pemijilan #Panca