JEMBRANA EXPRESS- Lukisan Wayang Kamasan, warisan budaya leluhur dari Desa Kamasan, Klungkung, tak hanya memukau secara visual, tapi juga memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan.
Seiring perkembangan zaman, lukisan ini telah berkembang menjadi produk komersial yang menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat.
pengrajin lukisan Wayang Kamasan, Wayan Sumantra menyebutkan proses kreatif pembuatan Lukisan Wayang Kamasan masih dilestarikan dengan teguh.
Para seniman menggunakan pewarna alami yang berasal dari batu pere (gamping), menghasilkan warna kuning kecokelatan khas yang menjadi ciri khas lukisan ini.
Para perajin Lukisan Wayang Kamasan tersebar di beberapa banjar di Desa Kamasan, seperti Banjar Sangging, Banjar Siku, Banjar Peken, dan Banjar Pande. Namun, Banjar Sangging merupakan pusat utama produksi lukisan ini.
Karya seni indah ini tak hanya diminati di dalam negeri, seperti Bandung dan Jakarta. Lukisan Wayang Kamasan telah menembus pasar internasional, menjangkau berbagai negara di Eropa, Asia, dan Amerika.
Harga Lukisan Wayang Kamasan bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Perbedaan harga didasarkan pada beberapa faktor, seperti bahan yang digunakan, ukuran lukisan, kerumitan proses pembuatan, dan tingkat detail penokohan.
Lukisan Wayang Kamasan bukan hanya sebuah karya seni yang indah, tetapi juga warisan budaya yang memiliki nilai ekonomis.
"Perkembangannya menjadi produk komersial telah membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Desa Kamasan, sekaligus melestarikan tradisi leluhur untuk generasi mendatang," tutupnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika