Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Pelinggih Dewa Taksu Ngurah Semar: Awasi Tindak Tanduk Dalang

I Putu Mardika • Senin, 13 Mei 2024 | 05:07 WIB

Pelinggih Dewa Bagus Manik Dalang dan Dewa Ayu Manik Dalang di Pura Siwa Manik Dalang di Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng
Pelinggih Dewa Bagus Manik Dalang dan Dewa Ayu Manik Dalang di Pura Siwa Manik Dalang di Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng
JEMBRANA EXPRESS-Ada sejumlah pelinggih yang terdapat di Pura Siwa Manik Dalang, Desa Pemaron, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Bali.

Bangunan pelinggih tersebut tersebar di areal Madya Mandala hingga Utama Mandala. Seluruh pelinggih memiliki fungsi masing-masing.

Sekertaris Pengempon Pura Siwa Manik Dalang Nyoman Sudiarta mengatakan bangunan pertama yang paling besar adalah pelinggih Dewa Bagus Manik Dalang dan Dewa Ayu Manik Dalang.

Ada pula Satu buah bangunan khusus Pelinggih Dewa Taksu Ngurah Semar.

Baca Juga: Pura Siwa Manik Dalang: Dipugar Abad ke 15, Jadi tempat Mewinten Dalang sejak Abad-16

Kemudian Bangunan Pelinggih Surya, bangunan piasan para Dalang, Satu buah bangunan piasan pesaren, Satu bangunan tempat persembahyangan bersama, dan Satu buah bangunan sebagai gedong penyimpenan.

Dikatakan Nyoman Sudiarta, Pelinggih Dewa Bagus Manik Dalang dan Dewa Ayu Manik Dalang diyakini sebagai tempat untuk nunas penganugrahan atau penglukatan ring Ida Bhatara Siwa yang lahir pada wuku ringgit atau wuku wayang.

Untuk penglukatan petanggeh kalau ada yang meminta penglukatan wayangnya yang melaksanakan penglukatan adalah mangku dalang.

Sarana banten yang diaturkan pada pelinggih ini diantaranya sekar idangan, pulegembal, suci sorohan pengulapan pengambeyan, prasista, rayunan 2 dulang, guru piduka, tetebasan 11, jerimpen 2, sate lilit ayam seayut, teterag, peras tataban, sagi – sagi dan dilengkapi dengan sarana canang maupun sarana

Sedangkan Pelinggih Dewa Taksu Ngurah Semar diyakini memiliki kewenangan untuk mengawasi segala tindak tanduk dalang.

“Krama pemaksan dan juga merupakan balancangan atau yang mengawasi/menjagapelinggih Siwa,” paparnya.

Pelinggih ini berfungsi sebagai memberikan kelancaran di dalam melaksanakan kesenian wayang kepada siapapun yang berkeinginan melaksanakan seni wayang ini.

Sarana banten yang digunakan sorohan, sambutan lebeng matah, pajegan, sambutan di ngiyu, sambutan di wakul.

Selanjutnya Pelinggih Jero Gede Ngurah Alit diyakini berfungsi sebagai penyapa tamu atau pecalang dari Pura Siwa manik Dalang.

Sarana banten yang dihaturkan pada saat odalan adalah tipat gong dan segehan dihaturkan di bawah pelinggih.

Pelinggih Surya Fungsi pelinggih surya adalah sebagai penerang sinar suci dalam artian jalan terang pada waktu upacara Yadnya melaksanakan odalan di Pura Siwa Manik Dalang.Sarana banten yang dihaturkan pada saat odalan adalah banten suci

Gedong Penyimpenan Gedong Penyimpenan merupakan tempat penyimpenan alat sarana upacara, dimana due (milik alat dan sarana pura) disimpan.

Tempat gedong penyimpenan ini berada di jeroan tepat disamping pelinggih Siwa.

“Gedong penyimpenan ini adalah untuk menjaga alat dan sarana upacara. Kami meyakini ada benda suci yang dikeramtkan yang sudah memiliki kekuatan magis dan harus dijaga kesuciannya,” pungkasnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#Pura Siwa Manik Dalang #hindu #penganugrahan #hindu bali #pura #bali