Upakara banten dibuat oleh dua pihak, yakni oleh pihak keluarga Jero Mangku Ranten sebagai pewarisnya dan pihak Griya Delod Pasar.
Dikatakan Jro Mangku Made Ranten, untuk piodalan di Selain sebagai banten utama, banten yang dibuat oleh pihak Griya Delod Pasar Sanur juga digunakan untuk membuka jalan bagi Umat dari kalangan Tri Wangsa untuk bersembahyang ke Pura Dalem Pengembak.
Sehingga semua golongan bisa sembahyang di Pura Dalem Pengembak.
Ia menambahkan, rata–rata pamedek yang datang dari seluruh daerah, bertujuan untuk melukat.
Karena disini, di Pura Dalem Pengembak, adalah sebagai tempat peleburan segala aura negatif yang ada di dalam tubuh manusia.
“Umumnya, permohonan dalam pelukatan itu adalah Kesembuhan khususnya penyakit non medis,” katanya.
Selain itu, diyakini juga nangkil ke pura ini untuk memperlancar usaha. Lantaran ada pelinggih Ratu Ayu Mas Subandar sebagai Dewi kemakmuran.
Baca Juga: Pura Dalem Pengembak Sanur: Berawal dari Batang Pohon Kelapa yang Dipahat, Kini jadi Tempat Melukat
Pura Dalem Pengembak juga diyakini, untuk membuka jalan dalam usaha karena nama pengembak artinya pembuka.
Ditanya terkait banten, ia menyebutkan sarana yang dibawa oleh umat Hindu yang ingin melakukan ritual pengelukatan di Pura Dalem Pengembak ini antara lain dua buah banten pejati dan dua buah bungkak (kelapa muda) gading.
Kemudian urutan upacara pengelukatan, sebelum melakukan persembahyangan di Pura Dalem Pengembak yaitu Umat diwajibkan untuk melakukan pelukatan di Campuhan yakni kolam yang sumber airnya dari muara sungai Pengembak yang bertemu dengan rembesan air laut.
Setelah mandi di Campuhan, barulah ritual melukat yang pertama dilakukan Pura Taman Sari oleh Jero Mangku Ranten, dengan cara pemedek berdiri berjajar kemudian disiram bergiliran beberapa kali secara acak, dengan lantunan mantra.
Dengan pakaian yang masih basah, setelah pelukatan pertama, melakukan persembahyangan bersama di Pura Taman Sari sesuai dengan permohonannya, yang dilaksanakan oleh Jero Mangku.
Baca Juga: Ini Alasan Nyapuleger di Pura Siwa Manik Dalang dimulai Jejeg Ai
Berlanjut dengan pelukatan yang ke dua, di Jaba Pura Dalem Pengembak oleh Jero Mangku Ranten, untuk kemudian terakhir, sembahyang bersama di Jeroan Pura Dalem Pengembak, sebagai tempat berstananya Ratu Ayu Manik Mas Meketel beserta pengabih beliau yaitu Ida I Gusti Ngurah Jom.
“Para pemedek yang tangkil menghaturkan sembah bakti dengan khusuk serta memohon doa sesuai dengan apa yg diinginkan, yang merupakan akhir dari prosesi melukat diakhiri dengan nunas Tirta,” tutupnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika