Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Sakralnya Kayuan Bima di Desa Pedawa: Kerap digunakan Memohon Kekebalan

I Putu Mardika • Sabtu, 25 Mei 2024 | 18:05 WIB

 

Lokasi kayuan Bima di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng
Lokasi kayuan Bima di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng

JEMBRANAEXPRESS.COM - Sumber mata air bagi umat Hindu Bali memiliki nilai kesucian. Begitu juga Kayuan bagi masyarakat Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng tidak hanya sebagai sumber mata air semata.

Tetapi juga sebagai kearifan lokal masyarakat Pedawa yang memiliki nilai sakral sebab fungsinya digunakan sebagai salah satu sarana upacara adat dan keagamaan.

Tokoh Adat Pedawa, Wayan Sukrata mengatakan masyarakat Pedawa memiliki ritual yang khusus sebagai pemuliaan atau penghormatan terhadap sumber-sumber air.

Mata air tak hanya diyakini sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat Pedawa, tetapi juga menjadi sarana ritual penting bagi umat Hindu Pedawa.

Baca Juga: Mitos Cerita Dewa Gede Celak Kontong di Pura Kayu Putih: Berawal dari kisah kemaluannya ditarik oleh burung betet

Dijelaskan Wayan Sukrata, ada sebuah cerita rakyat yang berkembang di Pedawa.

Menurut masyarakat Pedawa sekitar abad ke-12 pernah datang seorang Raja bernama Sri Maharaja Jayasakti atau Raja Bima serta seorang pandita bernama Dukuh Raja Bila.

Beliau datang ke Desa Pedawa untuk menata kehidupan beragama khusunya yang dibenahi adalah masalah penguburan. Dulunya masyarakat desa Pedawa tidak pernah mengenal istilah menguburkan mayat (metanem).

Tempat Raja Bima mandi dahulu sewaktu di Desa Pedawa diyakni airnya bertuah bisa membuat orang kebal (tidak terlukai oleh benda tajam maupun tumpul).

"Kembali ini adalah keyakinan, memang sudah banyak warga Pedawa yang membuktikan kesakralan kayuan Bima ini," sebut Sukrata.

Dan di tempat Raja Bima mandi pada zaman dahulu itulah telah didirikan sebuah Pura Dalem yang dijadikan sebagai Kayuan Bima oleh masyarakat Pedawa sekarang.

“Di halaman Pura Dalem sudah dibuatkan sebuah pelinggih yang berfungsi sebagai tempat nuur tirta pembersihan dan tirta pengentas untuk orang yang baru meninggal,” kata Wayan Sukrata.

Ia menambahkan, air suci dalam pandangan masyarakat Pedawa tidak hanya diperoleh dari air yang disucikan oleh para pemuka agama atau pemangku maupun tokoh adat lainnya. Tetapi juga air yang langsung diperoleh dari alam, seperti air dari mata air, air sungai, dan air embun.

Pandangan masyarakat Pedawa terhadap kesucian air yang bersumber langsung dari alam tersebut menjadi alasan bagi masyarakat Pedawa untuk menjaga lingkungannya.

Hal ini dipercayai oleh masyarakat Desa Pedawa sampai sekarang.

Baca Juga: Tirta Bebaret dari Dewa Gede Celak Kontong Dipercikkan ke areal Pertanian, Simbol Kesuburan

“Air itu memiliki banyak fungsi tidak hanya untuk menghidupi di dunia nyata, tetapi air juga berhubungan dengan atma atau jiwa. Bagi masyarakat Pedawa Roh dan tradisi adalah air. Masyarakat Pedawa percaya peleburan segala sesuatu menggunakan media air itu lebih sempurna,” ungkapnya.

Dalam pandangan masyarakat Pedawa Toyam atau disebut pula toya merupakan air suci yang dipergunakan sebagai sarana persembahan.

Kemudian dalam kaitannya dengan fungsi merupakan sarana persembahan atau upacara keagamaan juga disebut pula dengan tirtha.

Kayuan dalam perayaan keagamaan masyarakat Pedawa merupakan sarana terpenting bagi kehidupan beragama lebih khususnya agam Hindu yang selalu menggunakan media air sebagai pemuput upacara.

Tanpa tersedianya air suci upacara adat dan keagamaan tidak bisa dilaksanakan, kayuan atau sumber air bagi masyarakat Pedawa memiliki kekuatan magis dan religius yang bersumber dari kekuatan Ida Sang Hyang Widhi Wasa

Kayuan atau sumber mata air adalah salah satu bentuk kepedulian masyarakat desa Pedawa terhadap alam, tanpa air kegiatan ritual tidak bisa jalan.

Kayuan adalah filosofi kehidupan bagi masyarakat Pedawa pada umumnya, karena segala aspek kehidupan dan upacara adat serta keagamaan membutuhkan sumber air untuk pemuput upacara.

Kayuan atau sumber mata air merupakan sarana terpenting dalam kehidupan masyarakat Pedawa dari segala aspek kehidupan. Kayuan juga merupakan tempat keramat, tempat keramat biasanya adalah tempat digelarnya upacara adat. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#SUMBER #Banjar #hindu #PEDAWA #hindu bali #kekebalan #mata air #buleleng #pura #kayuan #bima #Pura Dalem