Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Mistik Bambu Keramat di Pura Luhur Lempuyang, Pusat Spiritual Umat Hindu Bali

I Putu Mardika • Rabu, 6 November 2024 | 20:44 WIB
Pura Lempuyang Luhur di Karangasem.
Pura Lempuyang Luhur di Karangasem.

JEMBRANAEXPRESS - Pura Luhur Lempuyang di Desa Adat Purwayu, Desa Tribuana, Kecamatan Abang, Karangasem, tidak hanya dikenal sebagai pusat spiritual yang terletak di arah timur (stana Dewa Iswara), tetapi juga karena keberadaan bambu keramatnya.

Bambu ini menjadi sakral bagi umat Hindu Bali dan merupakan bagian penting dari ritual keagamaan di pura tersebut.

Terletak di puncak Bukit Bisbis, bambu ini dikenal sebagai tempat Tirta Pingit, air suci yang hanya bisa diperoleh melalui prosesi yang dipimpin oleh pemangku seperti Jero Mangku Pasek.

Baca Juga: Perbekel Bongkasa Terjaring OTT Disaat Penilaian Kabupaten Antikorupsi: Sekda Badung Malah Sebut Begini

Makna spiritual bambu keramat ini berakar dari kepercayaan bahwa ia menjadi manifestasi kekuatan suci dan simbol penyucian bagi para peziarah.

Umat Hindu, terutama saat upacara-upacara besar seperti Mamungkah, Padudusan, dan Ngenteg Linggih, banyak memohon air suci sebagai bentuk berkah dan penyucian.

Untuk mendapatkan Tirta Pingit, pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga menuju lokasi suci ini. Jero Mangku Pasek menjelaskan pentingnya menjaga kesakralan empat rumpun bambu yang telah dianugerahi sebagai linggih Tirta Pingit.

Adanya pengumuman menjaga nyatakan bahwa tidak sembarang orang dapat mempermainkan bambu tersebut.

KERAMAT : Bambu keramat di Pura Lempuyang yang dijadikan sebagai tempat tirta pingit.
KERAMAT : Bambu keramat di Pura Lempuyang yang dijadikan sebagai tempat tirta pingit.

Jika proses ritual telah diberkahi, tirta akan muncul dari bambu setelah sekali ditebang. Namun, jika tidak, meskipun ditebang berkali-kali, air tidak akan keluar.

Baca Juga: Tolak Pembangunan Pengolahan Limbah Tinja, Warga Dusun Melaya Tengah Kelod Geruduk Lokasi Proyek Yang Berdekatan Dengan Pemukiman Warga dan Sekolah

Jero Mangku Pasek menekankan kepada para umat untuk datang dengan pikiran bersih dan ikhlas serta membawa persembahan yang tepat, seperti banten dan persembahan lainnya.

Bukan sembarang orang diperbolehkan menebang bambu tersebut, melainkan hanya pemangku yang ditunjuk, meski banten telah lengkap.

Maka dari itu, Pura Luhur Lempuyang serta bambu keramatnya terus menjadi tempat penting bagi umat Hindu yang mencari keseimbangan spiritual di Bali.

Dengan begitu banyak umat yang datang, pihak pura berharap tradisi dan kesakralan tempat ini terus terjaga, memastikan bahwa nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Tirta Pingit tetap utuh dan dihormati secara turun-temurun.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#Bambu keramat #karangasem #pura lempuyang