“Selama ini aman. Tidak ada yang alergi tertentu. Hanya ada tiga siswa muslim, jadi perhatian kami lebih ke kehalalan menu,” jelasnya.
Kepala Bappeda Tabanan, I Gede Urip Gunawan, menyampaikan bahwa saat ini Tabanan memiliki 15 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari kebutuhan ideal 36 unit. Dari jumlah tersebut, 14 unit sudah beroperasi, sementara 21 unit sisanya masih perlu dipenuhi.
SPPG yang tersedia saat ini tersebar di enam kecamatan yakni Selemadeg Timur, Selemadeg, Tabanan, Kerambitan, Kediri dan Pupuan.
Sementara empat kecamatan lainnya masih belum memiliki layanan SPPG antara lain Kecamatan Selemadeg Barat, Baturiti, Marga dan Penebel.
“Kami terus berupaya mempercepat pemenuhan kebutuhan ini agar seluruh kelompok sasaran seperti siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dapat merasakan manfaat program MBG,” jelasnya.
Dengan demikian, Pemkab Tabanan menargetkan perluasan layanan ke sekolah dan wilayah yang belum terjangkau agar pemerataan gizi semakin optimal.
Pemerintah Pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) juga menyatakan dukungan untuk memperluas jangkauan program MBG ke berbagai daerah di Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyebut kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi dan efektivitas program.
“Kemkomdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” tegas Meutya.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa