Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pura Tirta Sudhamala: Ramai saat Kajeng Kliwon dan Purnama  

I
Penulis: I Putu Mardika❯

 


Advertisement

Jro Mangku Gede, Gede Ferry Hariawan saat menunjukkan Pura Tirta Sudhamala yang dijadikan tempat melukat di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng
Jro Mangku Gede, Gede Ferry Hariawan saat menunjukkan Pura Tirta Sudhamala yang dijadikan tempat melukat di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng
JEMBRANA EXPRESS-Pura Tirta Sudhamala yang berlokasi di Jalan Sudirman, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng mengusung kosep Tri Mandala. Dimana, pada jaba pura yang posisinya di sebelah selatan pura dijadikan sebagai areal parkir.

Jro Mangku Gede, Gede Ferry Hariawan menjelaskan pada areal madya mandala menjadi stana/palinggih Dewa Taksu Manik Geni.

Sedangkan areal Utama Mandala adalah areal Palinggih/stana Ida Bhatara Dewa Ayu Manik Sudhamala.

Advertisement

Pancuran Sudhamala sendiri yang berada tepat di sisi barat Pura. Hanya dipisahkan oleh aliran Sungai Banyumala.

Sebagai penghubung dibuatkan jalan beton sebagai akses untuk menyebrang sungai apabila ingin melakukan panglukatan.

Menariknya air pancoran tersebut juga berasal dari tujuh mata air yang berbeda, namun sudah dijadikan satu dan keluar secara bersamaan melalui mulut patung naga dan tidak pernah kering. Sekalipun musim kemarau.

Pun demikian saat musim hujan. Air yang memancur tersebut tetap bening tanpa ada keruh sekali. Air inilah yang dijadikan sarana melukat pemedek.

"Patung seekor Naga diyakini ancangan Ida Bhatara Dewa Ayu Manik Sudhamala, yang lebih dikenal dengan Naga Basuki. Sementara pengawalnya dimanifestasikan dalam bentuk dua Ekor Macan," ujar pria yang mulai ngiring menjadi Pangempon di Pura Tirta Sudhamala sejak Tahun 2010 silam.

Pemedek yang nangkil melukat ke Pura Tirta Sudhamala sebut Mangku Ferry senantiasa ramai saat rahina seperti Purnama, Tilem, Purwani maupun Kajeng Keliwon serta rerahinan yang lainnya.

Khusus pemedek yang nunas tamba bagi yang sakit non medis, biasanya ramai saat Kajeng Kliwon

Sedangkan saat Purnama biasanya didominasi oleh wanita yang sedang hamil untuk melukat.  Tujuannya agar janin yang dikandungnya lahir dengan selamat hingga saat persalinan.

“Beliau yang berstana disini sangat sidhi. Banyak pemedek yang mepinunasan, kalua sudah dipenuhi, banyak yang bawa tedong, wastra kadang Babi Guling untuk dihaturkan,” jelasnya.

Disinggung terkait sarana utama yang dipersiapkan bila ingin melukat, Mangku Ferry mengaku mempersilahkan semampunya.

Namun, pada umumnya, pemedek yang nangkil membawa banten Peras Pejati Jangkep yang berisi Tegteg Daksina, Canang Sari, Banten Peras, Canang Ajengan, Tipat Gong, Tipat Kelanan, Segehan putih kuning atau panca warna, Banyuawangan serta Kembang 11 rupa ditambah bunga teratai.

Tak hanya untuk melukat, air suci yang mancur dari mulut naga sebut Mangku Ferry juga kerap dimohon oleh masyarakat untuk diminum. Masyarakat sering membawa galon maupun jirigen.

“Kualitas airnya bagus. Kalau didiamkan pun tidak mudah berlumut. Banyak yang sudah pernah menguji kualitasnya. Sehingga ramai yang memohon untuk sekedar diminum,” pungkasnya. (dik)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Simbol Suci Hindu di Bali Kian Dikomersialkan, Sosiolog Soroti Ancaman Hilangnya Kesakralan

Simbol Suci Hindu di Bali Kian Dikomersialkan, Sosiolog Soroti Ancaman Hilangnya Kesakralan

Fenomena penggunaan simbol suci Hindu untuk kepentingan pariwisata dan bisnis di Bali dinilai mengancam kesakralan budaya serta identitas spiritual masyarakat Hindu Bali.

Kuta Tetap Jadi Primadona Wisatawan, Mamaka Bali Tawarkan Family Swagger Suites

Kuta Tetap Jadi Primadona Wisatawan, Mamaka Bali Tawarkan Family Swagger Suites

Mamaka Bali menghadirkan Family Swagger Suites seluas 50 meter persegi untuk wisatawan keluarga, lengkap dengan ruang keluarga dan fasilitas penunjang liburan di Kuta.

Para Surfer Rip Curl Cup Padang Padang 2026 Unjuk Gigi di Sesi Pemanasan, Ombak 4-6 Kaki Suguhkan Aksi Barrel Memukau Para Surfer Dunia

Para Surfer Rip Curl Cup Padang Padang 2026 Unjuk Gigi di Sesi Pemanasan, Ombak 4-6 Kaki Suguhkan Aksi Barrel Memukau Para Surfer Dunia

Rip Curl Cup Padang Padang 2026 menunda Main Event karena swell belum ideal. Namun para surfer dunia tetap tampil memukau dalam sesi pemanasan dengan ombak 4-6 kaki.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer