Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Dharma Sesana Balian, Panduan Mengobati Pasien seorang Balian

I Putu Mardika • Senin, 11 Desember 2023 | 20:07 WIB

proses pengobatan seorang pasien oleh balian
proses pengobatan seorang pasien oleh balian
JEMBRANA EXPRESS-Seorang Balian pengusada tidak hanya bertugas mengobati dan menyembuhkan pasien secar tradisional. Tetapi, wajib memperhatikan dharma sesana seorang Balian sebagai kode etik saat melakukan pengobatan secara tardisional.

Dosen STAHN Mpu Kuturan Singaraja, I Gede Sutana, S.Kes, M.Si menjelaskan, sesana Balian memiliki peran penting dalam  dalam praktik pengobatan tradisional Bali. Tujuannya agar tidak menyalahi etika dalam proses pengobatan.

Umumnya, pengusada atau balian mendapatkan pengetahuan dan kemampuan mereka dari tradisi, keturunan, taksu, paica, atau mungkin juga dari belajar dari seorang pengusada atau balian sebelumnya.

Pengusada atau balian kerap dibagi menjadi dua, yakni balian panengen dan balian pangiwa. Balian panengen merupakan seseorang yang mengobati orang yang sakit sehingga menjadi sehat. Balian Ngardi Ayu, atau dukun yang berbuat baik adalah istilah lain yang sering disebut sebagai balian panengen.

Balian panengen biasanya ramah, berwibawa, dan suka membantu orang lain. Setiap orang yang sakit akan dilayani sesuai penyakitnya, tidak peduli apakah pasiennya baik atau jahat, miskin atau kaya

Balian pangiwa tugasnya bukanlah untuk menyembuhkan orang yang sakit, sebaliknya, ia bertujuan untuk membuat orang yang sehat menjadi sakit dan membuat orang yang sakit menjadi lebih sakit, bahkan sampai meninggal.

Sedangkan, Balian Pangiwa dapat menyebabkan sakit bagi orang yang dimusuhinya. Mereka kerap akan menyakiti bahkan tidak segan sampai membuat orang yang disakiti meninggal dunia karena kesaktian aji wegig mereka.

Dijelaskan Sutana, bila dilihat berdasarkan atas perolehan keahliannya, pengusada dibagi menjadi empat jenis. Yakni Balian Katakson; Balian Kapican; Balian Usada dan Balian Campuran.

Balian katakson memperoleh kemampuan untuk mengobati pasien melalui taksu. Sedangkan Balian kapican memiliki sesuatu yang bertuah yang dapat menyembuhkan seseorang. Benda-benda bertuah ini disebut pica atau paica.

“Pica ini bisa berupa keris kecil, batu permata, gigi hewan, tulang, besi, atau benda lain dengan bentuk aneh. Ada juga yang terdiri dari hewan, seperti anjing, burung, kucing, dan sebagainya,” ungkapnya.

Selanjutnya Balian Usada adalah seseorang yang dengan sadar belajar ilmu pengobatan, baik melalui guru waktera, belajar dari seorang balian yang ahli, atau melalui lontar usada. Balian usada memiliki pengetahuan dibidang anatomi, fisiologi, patologi, farmakologi, dan farmasi. Begitu pula, diagnosis, terapi, dan prognosis penyakit biasanya tepat.

Balian campuran merupakan gabungan dari balian katakson dan balian kapican yang berfokus pada usada. Oleh karena itu, balian campuran tidak hanya dapat bergantung pada kekuatan taksu atau pica, tetapi juga dapat membuat ramuan obat dari lontar-lontar usada.

Balian campuran juga dikenal sebagai tapakan Widhi, tapakan dewa, atau balian ngiring pekayunan. Kekuatan gaib membuat mereka menjadi balian, bukan keinginan mereka sendiri. “Jika menolak akan menyebabkan penyakit, kapongor, atau gila, tertekan secara psikologis, dan semua Upaya yang dilakuakan dalam hidupnya gagal,” katanya.

Ia menambahkan, ada beberapa lontar mencakup sesana balian, seperti lontar Budha Kacapi, Tutur Bhagawan Çiwa Sempurna, dan Panugrahan Dalem. Meskipun demikian, ada sesana balian yang tidak tertulis yang berasal dari kepercayaan, tradisi, dan nilai-nilai tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Sanksi yang diberikan jika seorang pengusada melanggar sesana balian dapat berupa sanksi sekala maupun niskala, yang dapat berupa sanksi sosial dan hukum. “Sanksi niskala terutama mencakup kehilangan kemampuan dan kekuataan (siddhi), atau musibah tertentu, menurut kepercayaan Masyarakat Hindu Bali,” ungkapnya. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#Balian Kapican #Dharma Sesana Balian #Balian Katakson #balian #Balian Pangusada #Balian Campuran