Setiap praktisi spiritual, mulai dari dukun, balian, dalang, hingga pemangku, menapaki perjalanan kekuatan batin mereka melalui latihan yang bermuara pada Kanda Pat.
Bukan sekadar pengetahuan umum, Kanda Pat menghadirkan empat wajah yang khas: Kanda Pat Bhuta, Kanda Pat Rare, Kanda Pat Sari, dan Kanda Pat Dewa.
Namun, dalam lingkaran Pasraman Seruling Dewata, terdapat dua kekayaan Kanda Pat utama: Kanda Pat Durga dengan 18 segi, dan Kanda Pat Siwa dengan 55 segi.
Namun, sayangnya, kehadiran Kanda Pat Siwa telah meredup dalam benak masyarakat Bali.
Dalam catatan Ketua Cabang Kanda Pat Pasraman Seruling Dewata, Dr. Ngurah Bagus, M.Si., S.Si, asal-usul ajaran Kanda Pat berkisah tentang pertemuan pertama antara Bhatara Siwa dan Bhatari Durga, yang menandai awal perjalanan keilmuan ini.
Namun, keberadaan Kanda Pat juga tidak lepas dari catatan kelam, di mana pengikut Sekte Durga dan Sekte Bhairawa memanfaatkan kekuatan tersebut untuk menindas masyarakat.
Beruntung, intervensi dari para yogi Pasraman Seruling Dewata mampu membelah gelapnya malam dengan rahasia Kanda Pat.
Menanggapi ancaman tersebut, Ki Mudra, Sesepuh Generasi II Pasraman Seruling Dewata, memerintahkan 21 yogi untuk bersemadi di ulun setra selama 108 hari guna mendapatkan kekuatan batin yang mampu menandingi kekuatan sesat penganut Sekte Durga dan Sekte Bhairawa.
Hasilnya tak diragukan lagi. Para yogi memperoleh anugerah dari Bhatari Durga dan Bhatara Siwa, membawa pulang segelintir rahasia alam semesta dalam bentuk 18 Kanda Pat Durga dan 55 Kanda Pat Siwa.
Kanda Pat bukan sekadar ilmu rumit yang hanya dapat dikuasai oleh segelintir orang terpilih.
Di bawah bimbingan seorang guru, ajaran Kanda Pat terbuka bagi siapa pun yang berani meniti jalan kekuatan batin.
Mengatasi berbagai fenomena kehidupan sehari-hari menjadi lebih mudah dengan bimbingan Kanda Pat.
Dari bisnis hingga masalah keluarga, setiap tantangan dapat dihadapi dengan bijaksana menggunakan kearifan spiritual ini.
Dan di balik meditasi Catur Sanak Merta Bhuana terdapat panggilan kepada Sang Catur Sanak, entitas spiritual yang membawa berkah keberlimpahan bagi mereka yang terpelajarinya.
Keberhasilan dalam meditasi ini membawa buah manis dalam bentuk 'Raja Neng Arta Berana', janji kekayaan dan kedamaian bagi yang berjuang di jalan kebatinan.
Kanda Pat, lebih dari sekadar ilmu, ia adalah jalan menuju pemahaman dan kekuatan, sebuah petualangan spiritual yang tak terlupakan di tanah Bali yang kaya akan kearifan lokal dan keterhubungan dengan alam semesta. ***