Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

PENASARAN? Ini Sejarah Pura Lempuyang dan Dewa Dewi yang Berstana

I Putu Mardika • Kamis, 16 Mei 2024 | 23:45 WIB

 

Pura Lempuyang Luhur yang terletak di Desa Tribuana Kecamatan Abang, Karangasem sebagai bagian dari Pura berkonsep Dewata Nawa Sanga
Pura Lempuyang Luhur yang terletak di Desa Tribuana Kecamatan Abang, Karangasem sebagai bagian dari Pura berkonsep Dewata Nawa Sanga
JEMBRANA EXPRESS-Pura Luhur Lempuyang menjadi salah satu pura berkonsep Dewata Nawa Sanga yang berada di arah timur sebagai stana Dewa Iswara.

Berbagai catatan prasasti menyebutkan jika pura ini sudah ada sejak pra Hindu.

Dalam berbagai sumber lontar atau prasasti kuno, ada tiga pura besar yang sering disebut selain Besakih dan Ulun Danu Batur, yakni Pura Lempuyang.

Pura Lempuyang Luhur terletak di puncak Bukit Bisbis atau Gunung Lempuyang, Karangasem.

Pura berkonsep Sad Kahyangan ini diduga termasuk paling tua di Bali.

Bahkan, diperkirakan sudah ada pada zaman pra-Hindu Buddha yang semula bangunan suci yang terbuat dari batu. Pura Lempuyang itu merupakan stana Hyang Gni Jaya atau Dewa Iswara.

Pura Lempuyang berlokasi di puncak Bukit Bisbis, tepatnya Desa Adat Purwayu, Desa Tribuana, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali.

Umat Hindu Bali yang nangkil tidak hanya dalam kaitan persembahyangan saja. Tetapi juga dijadikan sebagai tujuan meajar-ajar usai upacara pengabenan.

Ada banyak sumber yang menyebutkan tentang keberadaan Pura Lempuyang. Lempuyang diartikan dari kata ”empu” atau ”emong” yang diartikan menjaga.

Baca Juga: Tradisi Ngambeng di Pura Samuan Tiga: Wajib ucapkan Om Swastyastu memasuki Rumah Krama

Batara Hyang Pasupati mengutus tiga putra-putrinya turun untuk mengemong guna menjaga kestabilan Bali dari berbagai gunjangan bencana alam.

Ketiga putra-putri itu yakni Bathara Hyang Putra Jaya berstana di Tohlangkir (Gunung) Agung dengan parahyangan di Pura Besakih, Batari Dewi Danuh berstana di Pura Ulun Danu Batur dan Batara Hyang Gni Jaya di Gunung Lempuyang.

Dalam Lontar Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul ada disinggung mengenai Lempuyang.

Dikisahkan bahwa Sang Hyang Parameswara, dewa tertinggi dalam kepercayaan Hindu, ingin memindahkan Gunung Mahameru, yang dianggap sebagai pusat alam semesta, dari India ke Pulau Jawa.

Dalam proses pemindahan ini, beberapa bagian Gunung Mahameru terpecah dan jatuh, membentuk jajaran pegunungan di Jawa dan Bali.

Gunung Lempuyang diyakini sebagai salah satu pecahan tersebut.

Baca Juga: Ngabeng di Pura Samuan Tiga: Dilaksanakan Anak-anak 15 hari sebelum Odalan

Sang Hyang Parameswara kemudian menugaskan putranya, Sang Hyang Agnijayasakti, untuk menjaga kesejahteraan Bali dan menjadikan Gunung Lempuyang sebagai tempat tinggalnya bersama para dewa lainnya.

Bendesa Adat Purwayu, I Nyoman Jati menjelaskan Pura Lempuyang Luhur menjadi pura kahyangan jagat dan selalu ramai dikunjungi oleh Umat Hindu Bali.

Tak hanya itu, wisatawan mancanegara juga terpikat dengan keindahan panorama Pura Lempuang.

Terdapat sejumlah pelinggih (bangunan suci) yang terdapat di Pura Lempuyang Luhur.

Seperti Padmasana yang terletak pada bagian Utara menghadap ke Selatan sebagai parhyangan Bhatara Luhuring Akasa Dua buah palinggih berbentuk seperti padmasana yang pondasinya menjadi satu terletak pada bagian Timur menghadap ke Barat.

Yang sebelah utara sebagai Parhyangan Hyang Gnijaya dan yang di sebelah Selatan sebagai Parhyangan para putera beliau.

Sebuah Bale Pawedhan atau Piyasan sebagai tempat meletakkan sajen dan sekaligus sebagai Bale Pawedhan (tempat memuja).

Sebuah bangunan Gedong Pasimpenan, sebagai tempat menyimpan alat-alat upacara.

Palinggih yang terdapat di Pura Lempuyang Luhur, lazim juga disebut Kahyangan “Tri Purusa” yaitu Siwa, Sadha Siwa, dan Parama Siwa sebagai perwujudan Ida Sanghyang Widhi Wasa.

“Upacara aci atau pujawali di Pura Lempuyang Luhur ada dua jenis yaitu setiap enam bulan Bali (210 hari) bertepatan dengan hari Kamis Umanis, wara Dungulan (Umanis Galungan) dan pada setiap Purnamaning Wesaka (Purnama sasih kadasa),” jelasnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#Lempuyang #abang #dewata nawa sanga #karangasem #hindu #dewa iswara #hindu bali #Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul #pura #bali