JEMBRANAEXPRESS.COM – Produksi garam tradisional Amed di Kabupaten Karangasem menghadapi tantangan besar akibat cuaca yang tidak menentu.
Hujan yang masih sering turun di tengah musim kemarau membuat proses produksi terganggu dan kualitas garam menurun drastis.
Baca Juga: Penyakit Kritis Naik 28 Persen, Zurich dan Danamon Luncurkan Perlindungan Optimal
Ketua Komunitas Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Garam Amed, I Nengah Suanda, menjelaskan bahwa para petani tetap berusaha berproduksi meski hasilnya jauh dari harapan.
“Cuaca tidak menentu, sering hujan. Ini membuat garam jadi rusak dan kualitasnya turun. Padahal sekarang seharusnya sudah masuk masa produksi penuh,” jelas Suanda, Kamis (18/9).
Cuaca mendung dan gerimis yang datang tiba-tiba menyebabkan garam yang sudah diproses menjadi kotor dan tidak layak jual.
Baca Juga: DPRD Tabanan Setujui Perubahan APBD 2025, Anggaran Belanja Naik Jadi Rp 2,351 Triliun
Akibatnya, sebagian besar petani harus mendaur ulang garam yang terkena hujan agar bisa kembali diproses dan dijual dengan mutu lebih baik.
Hingga kini, belum ada petani yang mampu menyetor hasil produksinya karena belum memenuhi standar kualitas garam Amed yang dikenal unggul.
Biasanya, masa produksi garam Amed berlangsung dari Agustus hingga November. Namun hingga pertengahan September, cuaca di wilayah Amed, terutama Desa Purwakerti dan Bunutan, belum cukup mendukung untuk produksi maksimal.
Baca Juga: Pemkab Tabanan Tindaklanjuti Pembukaan Lahan di Bedugul, Satpol PP Panggil Pemilik
“Kami bersyukur intensitas hujan di sini tidak separah daerah lain, tapi tetap saja produksi terganggu. Empat hari terakhir memang tidak hujan, jadi petani masih berusaha tetap produksi,” tambah Suanda.
Dalam kondisi normal, satu petani garam Amed bisa menghasilkan sekitar 1,2 ton selama musim produksi, dengan total produksi komunitas mencapai 25 ton.
Namun, dengan kondisi cuaca saat ini, capaian tersebut diperkirakan sulit dicapai.
“Kalau bisa tembus satu ton per petani saja tahun ini, sudah sangat bagus. Tapi kami tetap berharap cuaca kembali cerah dalam waktu dekat,” ungkap Suanda.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa