Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Wanita asal Bogor Alami Peristiwa Tragis di Bali: Dianiaya dan Dirampok oleh Kekasih dan Temannya di Denpasar

I Putu Suyatra • Minggu, 10 Maret 2024 | 02:20 WIB

ULAH PACAR: Kondisi leher Sri M wanita asal Bogor Jawa Barat masih berbekas cakaran dan cekikan. (andre sulla/radarbali.id)
ULAH PACAR: Kondisi leher Sri M wanita asal Bogor Jawa Barat masih berbekas cakaran dan cekikan. (andre sulla/radarbali.id)

JEMBRANA EXPRESS - Sri RM, seorang wanita berusia 29 tahun dari Bogor, mengalami pengalaman mengerikan saat ditodong dengan pisau dan dianiaya hingga babak belur oleh kekasihnya, Dicky (25 tahun), dan temannya, Chandra Wibowo (26 tahun) di Bali.

Insiden tragis ini terjadi di Glogor Guest House, Gang Tanjung, Jalan Glogor Carik, Pemogan, Denpasar Selatan, pada Rabu, 6 Maret 2024, sekitar pukul 03.00.

Menurut informasi dari Polsek Denpasar Selatan, Sri telah tinggal bersama Dicky di lokasi kejadian sebelumnya.

Pada malam kejadian, Sri bersama dua temannya, Hera dan Ias, serta kekasihnya, Dicky, dan teman Chandra, menghabiskan waktu bersama di Pantai Kuta, Badung, Bali untuk berpesta pada Rabu, 6 Maret 2024, sekitar pukul 00.05.

Karena sudah larut malam, Sri memutuskan untuk pulang lebih awal, sekitar pukul 03.00 pagi, dan teman-temannya juga pulang ke rumah masing-masing.

Namun, Dicky dan Chandra mengikuti Sri pulang ke penginapan.

"Sesampainya di penginapan, Dicky marah karena ditinggalkan," ungkap seorang sumber pada Jumat (8/3/2024).

Dicky kemudian mengamuk, memecahkan kaca lemari, merampas barang-barang milik Sri, termasuk ponsel Oppo A78 dan kartu Smartfren miliknya.

"Pelapor melaporkan bahwa Dicky mengancam dengan pisau dan bahkan menodongkan ke lehernya, serta mencekiknya sebelum melarikan diri," tambah sumber tersebut.

Chandra, yang dalam keadaan mabuk, juga ikut dalam tindakan kekerasan tersebut dengan memukul Sri di bagian belakang kepala.

Setelah kejadian itu, Sri segera mencari pertolongan medis dan melaporkan insiden tersebut ke Polsek Denpasar Selatan.

Dalam keterangan singkatnya, Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Ida Ayu Made Kalpika Sari, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini.

Sementara Sri sendiri mengungkapkan bahwa dia mengalami trauma akibat peristiwa mengerikan ini.

"Saya telah melaporkan ke polisi atas dugaan tindak pidana penganiayaan, pengrusakan, dan perampasan HP. Kerugian total mencapai Rp 20 juta. Saya berharap pelaku segera ditangkap. Saya sendiri tidak tahu apa kesalahan saya," ujarnya. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#penganiayaan #bogor #bali #denpasar