NEGARA, JEMBRANA EXPRESS – Kabupaten Jembrana mencatat sepanjang tahun 2023, sebanyak 85 orang tercatat terinfeksi HIV lebih rendah dari tahun sebelumnya.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Jembrana Made Dwipayana. “Tiga tahun terakhir, kasus infeksi baru HIV di Jembrana masih tinggi,” ujarnya.
Dwipayana menyebutkan, untuk tahun 2023 tercatat sebanyak 85 kasus hingga pertengahan Desember.
Sementara di tahun 2022 lalu tercatat 89 kasus, dan di tahun 2021 sebanyak 72 kasus.
“Memang ada penurunan jumlah kasus, tetapi masih tergolong tinggi,” imbuhnya.
Dalam upaya penekanan jumlah penyebaran penyakit menular seksual ini, pihaknya mengaku telah melakukan penelusuran terhadap kasus-kasus HIV yang ada sebelumnya.
"Untuk menekan kasus, kami berupaya untuk masuk ke kelompok pontensial. Kami upayakan test semuanya sehingga semua alur penularannya bisa terdeteksi,” terangnya.
Selain itu, pihaknya juga mengaku telah melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah dalam upaya pencegahan adanya penularan penyakit seksual HIV di lingkungan anak muda.
“Kami juga masuk ke sekolah-sekolah terutama SMP dan SMA/SMK untuk sosialisasi dan pembentukan kelompok sebaya,” paparnya.
Baca Juga: Mandi di Pantai Pererenan, Pekerja Proyek Asal Grobogan Hilang Digulung Ombak
Disamping itu, pihaknya berharap agar penemuan kasus infeksi baru HIV di Kabupaten Jembrana ini, dapat semakin ditekan dengan berbagai upaya pencegahan yang telah dilakukan.
"Kami berupaya menemukan kasus sebanyak-banyaknya dan melakukan pengobatan serta memastikan tidak putus obat," pungkasnya. (*)
Editor : Suharnanto Jembrana Express