JembranaExpress.Com - Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menjaga dan melestarikan adat, budaya, serta kehidupan keagamaan masyarakat Bali kembali ditegaskan.
Hal tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dalam Upacara Pemelaspasan Gedung Graha Yadnya Sanjayaning Singasana milik Desa Adat Kota Tabanan, Rabu (14/1).
Baca Juga: Empat Desa di Tabanan Rampungkan PAW Perbekel Serentak, Mayoritas Wajah Baru Terpilih
Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pembangunan Graha Yadnya bukan semata proyek fisik, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam mendukung keberlangsungan kehidupan adat dan keagamaan masyarakat.
“Graha Yadnya ini dibangun dengan tujuan mulia, sebagai pusat kegiatan keagamaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Kehadirannya diharapkan mempermudah krama dalam mempersiapkan sarana upacara secara lebih tertata, sekaligus menjadi simbol keharmonisan Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan,” ujar Sanjaya.
Menurutnya, aktivitas yadnya merupakan napas kehidupan masyarakat Bali yang tak terpisahkan dari keseharian krama.
Baca Juga: Jelang FeVoSH 2026, Astra Motor Bali Tempa Siswa dan Guru SMK Terbaik Wakili Bali ke Nasional
Oleh karena itu, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menghadirkan fasilitas yang layak, nyaman, dan representatif agar pelaksanaan upacara adat dan keagamaan dapat berlangsung dengan baik, tertib, dan bermartabat.
Namun demikian, Bupati Sanjaya juga mengingatkan bahwa keberadaan bangunan yang megah dan fungsional harus diiringi dengan kesadaran kolektif untuk merawatnya secara berkelanjutan.
“Membangun itu tidak mudah, tetapi merawat jauh lebih sulit. Saya titipkan Graha Yadnya ini kepada seluruh masyarakat dan pengelola agar dijaga kebersihan dan kesuciannya, serta dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan umat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pembangunan, I Gusti Made Adi Purama, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan penuh Bupati Tabanan terhadap Desa Adat Kota Tabanan.
Ia mengungkapkan bahwa Graha Yadnya Sanjayaning Singasana akan mulai beroperasi pada Januari 2026 dan diharapkan menjadi pusat pelayanan kegiatan yadnya, upacara adat, serta aktivitas keagamaan masyarakat.
“Tidak hanya untuk Desa Adat Kota Tabanan, Graha Yadnya ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan fasilitas keagamaan yang tertata, representatif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa