Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Kisah Luh Gantiasih: Dari Sekolah Terpinggirkan Menjadi Sekolah Penggerak  

I Putu Mardika • Senin, 11 Desember 2023 | 23:36 WIB

 

Luh Gantiasih, Kepala SDN 3 Kampung Anyar sukses mengubah sekolahnya  dari terpinggirkan menjadi sekolah penggerak
Luh Gantiasih, Kepala SDN 3 Kampung Anyar sukses mengubah sekolahnya dari terpinggirkan menjadi sekolah penggerak
JEMBRANA EXPRESS-Mengubah citra sekolah bukan perkara mudah. Apalagi bila sekolah itu sudah lekat dengan stigma di masyarakat. Hal itu yang dirasakan Luh Gantiasih, 55. Berkat tangan dinginnya, Gantiasih mengubah citra SDN 3 Kampung Anyar dari sekolah terpinggirkan menjadi sekolah penggerak di Kabupaten Buleleng.

Gantiasih merupakan guru senior di Buleleng. Wanita yang bermukim di Kampung Anyar itu sudah menggeluti profesi sebagai tenaga pendidik sejak tahun 1988 silam. Berarti kini dia sudah mengabdi sebagai guru selama 35 tahun.

Gantiasih bercerita dirinya sudah berpindah dari satu sekolah ke sekolah lain. Dia sempat memangku jabatan sebagai kepala sekolah di SD N 5 Penarukan, Singaraja selama 2 tahun. Sejak 15 Juni 2013, dia kemudian diberi tugas baru sebagai Kepala SDN 3 Kampung Anyar.

Mengawali tugasnya sebagai Kepala SDN 3 Kampung Anyar, dia terkejut. Dia melihat situasi sekolah kurang baik dari segi sumber daya manusia maupun sarana dan prasananya.“Jumlah siswa disekolah ini pada awalnya hanya enam orang perkelas.Perhatian dan kepercayaan masyarakat juga sangat kurang,” kata Gantiasih.

Saking ragunya masyarakat pada sekolah, masyarakat sekitar enggan menyekolahkan anaknya ke SDN 3 Kampung Anyar. Mereka lebih memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah lain, seperti SDN 1 Kampung Anyar. Ada juga yang menyekolahkan siswanya hingga ke Kelurahan Kaliuntu.

Perhatian guru terhadap siswanya juga dinilai masih kurang. Jadi anak-anak yang rumahnya dekat, bisa bebas keluar masuk.Karena pintunya tidak dikunci. Selain itu halaman sekolah juga dipakai jalan pintas oleh masyarakat menuju ke kelurahan lain,” sambungnya.

Perlahan namun pasti, ia melakukan penataan sekolah. Diawali dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga pendidik. Guru diminta lebih disiplin dalam mengasuh siswa. Dia kemudian meminta restu kepada kelurahan dan tokoh masyarakat setempat melakukan penataan lingkungan.

Setelah melakukan penataan internal dan eksternal, perlahan kepercayaan publik tumbuh. Sejumlah prestasi di bidang akademik maupun non akademik berhasil diraih. Sebut saja Juara 1 Lomba Mesatua Bali, Juara 1 Lomba Pencak Silat Tingkat Kabupaten, Juara Lomba Pidato, Juara 1 Membaca Undang-Undang Dasar Tingkat Kabupaten, dan Juara 2 Lomba Pramuka Siaga Tingkat Kabupaten.

Gantiasih juga berhasil mengantarkan SDN 3 Kampung Anyar menjadi salah satu sekolah penggerak di Kabupaten Buleleng. Predikat itu diraih pada tahun 2022 silam. Berbekal predikat itu, para guru dan tenaga kependidikan di sekolah setempat punya kesempatan lebih besar mengikuti program pelatihan dan peningkatan kompetensi.

Sekolah juga mendapat pendampingan langsung dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud) selama tiga tahun. Apalagi ada tambahan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi sekolah penggerak.

“Dengan tambahan dana BOS itu kita bisa membuat berbagai macam program seperti program ekstra silat,ekstra tari, bisa mengikuti berbagai macam lomba dan kegiatan, bisa memperbanyak sarana dan prasarana belajar yang tujuannya meningkatkan kualitas sekolah,” ungkapnya.

Inovasi teranyar yang dilakukan sekolah adalah menggelar program PHB (Pameran Hasil Belajar). Program tersebut diikuti seluruh siswa dan guru, untuk mengembangkan kualitas sekolah.

Perubahan kualitas sekolah juga dirasakan warga setempat. Seperti yang diungkapkan Wayan Rindi. “Awalnya saya kurang percaya menyekolahkan anak saya disini.Sekarang kualitas guru-gurunya sudah sangat bagus,” ungkapnya.

Kini di akhir masa tugasnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Gantiasih sudah menyiapkan rencana pensiun. Dia punya cita-cita untuk membangun rumah belajar gratis bagi anak yang kurang mampu. Ia sudah memiliki konsep. Rumah belajarnya akan memberikan pelajaran tambahan dengan mengundang guru-guru yang berkompeten dibidangnya.

“Lagi lima tahun saya sudah pensiun.Jadi untuk meneruskan naluri keguruan saya punya cita-cita nanti pensiun mau membuka rumah belajar untuk menampung anak-anak yang kurang mampu,” ungkapnya. (dar/dik)

Editor : I Putu Mardika
#sekolah penggerak #Luh Gantiasih #SDN 3 Kampung Anyar