JEMBRANAEXPRESS.COM– Penyebab kematian pentolan ormas di Bali, AA Ketut Ngurah Setyawan alias Gung Balang ,38, dan istrinya, AA Sri Agung ,38, masih jadi misteri.
Untuk sementara ini, penyebab kematian Gung Balang bersama istrinya akibat bunuh diri menggunakan senjata tajam jenis pisau.
Karena itu, guna memastikan penyebab kematian Gung Balang, Satreskrim Polresta Denpasar melakukan penyelidikan mendalam.
Terkait jenazah almarhum, Putra korban berinisial AAKNS ,19, menyebut bahwa hingga saat ini pihak keluarga belum diminta untuk melakukan autopsi.
Namun sebaliknya, menurut Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, autopsi sebenarnya sudah dilakukan oleh tim forensik di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar.
"Autopsi sudah dilakukan," ujar Sukadi, Jumat (27/9). Proses autopsi ini diharapkan dapat mengungkap apakah luka tusukan yang dialami Gung Balang dan istrinya disebabkan oleh diri sendiri atau orang lain.
Hasil autopsi akan menjadi kunci untuk menyimpulkan penyebab pasti kematian pasangan tersebut, berdasarkan bukti fisik dan keterangan saksi.
Sebelumnya, AAKNS sempat memberikan keterangan terkait kronologi kejadian. Pada malam sebelum tragedi, Minggu (22/9/2024), Gung Balang dan istrinya mengikuti makan malam keluarga di rumah mereka di Jalan Kebo Iwa Utara, Banjar Pagutan, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar.
Saat itu, Gung Balang sempat mengutarakan keinginannya untuk "mati bersama istri," yang dianggap keluarganya sebagai candaan.
Setelah makan malam, pasangan tersebut masuk ke kamar dan mengunci pintu.
Keesokan harinya, putra mereka mencoba mengetuk pintu karena keduanya belum keluar hingga pukul 11.00 WITA.
Namun, karena mengira orang tuanya masih beristirahat, AAKNS melanjutkan aktivitasnya. Ketika kembali pada sore hari, ia mendapati kamar masih terkunci dengan suasana gelap.
Merasa curiga, ia memanggil keluarga besar dan mereka membuka pintu kamar menggunakan linggis.
Di dalam kamar, mereka menemukan Gung Balang dan istrinya tewas berpelukan dengan luka tusuk, sementara sebuah pisau ditemukan di dekat kasur.
Keluarga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa dan kepolisian.
Saat ini, polisi masih menunggu hasil autopsi untuk menentukan penyebab pasti kematian, sembari terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. (*)
Editor : Suharnanto Jembrana Express