JEMBRANAEXPRESS.COM - Pemandangan tak lazim terjadi di kawasan hutan mangrove Desa Budeng, Kecamatan Jembrana, di mana dua ekor monyet terlihat berkeliaran.
Kejadian ini menarik perhatian warga dan pengunjung, karena kawasan tersebut bukanlah habitat asli bagi hewan omnivora ini.
Monyet-monyet tersebut pertama kali terlihat berkeliaran pada bulan Desember 2024.
Kedua monyet dewasa ini muncul ke jalan, tepatnya di sebelah utara Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Jembrana.
Ahmad Januar, petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jembrana, menyebutkan pihaknya juga baru mendengar informasi mengenai keberadaan monyet di kawasan tersebut.
Menurutnya, kemungkinan besar monyet itu adalah hewan peliharaan warga yang lepas.
"Di sana tidak ada habitat monyet. Kemungkinan ada orang yang sempat memelihara, tapi lepas. Kadang ada yang pelihara monyet, awalnya baik dan jinak, namun lama-kelamaan menjadi liar dan akhirnya dilepas," jelas Januar.
Januar menambahkan bahwa monyet tersebut mungkin berasal dari daerah sekitar, dan untuk mencari tempat yang aman, mereka memilih hutan mangrove sebagai lokasi perlindungan yang terdekat.
Ia menjelaskan kalau di habitat aslinya, monyet biasa hidup berkoloni.
"Jika hanya sendirian atau hanya dua ekor, hampir dapat dipastikan mereka adalah peliharaan warga," imbuhnya.
Menurut Januar, selama keberadaan monyet tersebut tidak mengganggu keseharian warga, maka tidak ada masalah dengan kehadiran mereka di hutan mangrove.
Monyet-monyet ini diperkirakan dapat bertahan hidup di hutan rawa, memakan dedaunan, serangga, kepiting, dan hewan-hewan kecil lainnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa jika monyet tersebut mulai mengganggu atau meresahkan warga, sebaiknya segera melaporkan hal tersebut ke pihak Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) untuk penanganan lebih lanjut.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa