Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Patung Putu Satria Ananta Berdiri di STIP Jakarta, Simbol Duka dan Pengingat Kekerasan Taruna

I Dewa Gede Rastana • Selasa, 6 Mei 2025 | 13:41 WIB
Ibu, ayah dan kedua adik almarhum Putu Satria berfoto bersama di depan patung Putu Satria di STIP Marunda, Jakarta.
Ibu, ayah dan kedua adik almarhum Putu Satria berfoto bersama di depan patung Putu Satria di STIP Marunda, Jakarta.

JEMBRANAEXPRESS.COM – Sebuah patung tembaga setinggi sekitar 1,82 meter kini berdiri kokoh di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.

 

Patung ini merupakan representasi dari Putu Satria Ananta Rustika, taruna asal Klungkung, Bali, yang meninggal tragis akibat kasus kekerasan di STIP pada 2024 lalu.

 

Patung yang menggambarkan sosok Rio—sapaan akrab almarhum—terbuat dari material tembaga berkualitas, serupa dengan bahan yang digunakan dalam pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Sang seniman pembuatnya adalah pematung asal Bali yang kini berdomisili di Jakarta.

“Ukuran tinggi patungnya sama seperti almarhum, yaitu 182 cm. Ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi seluruh pihak,” ujar sang ibunda, Nengah Rusmini, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

 

Patung Putu Satria Ananta Rustika ini ditempatkan di depan gedung olahraga kampus, yang kini dinamai Sport Hall Satria Ananta.

Lokasinya yang strategis membuat setiap pengunjung dan civitas akademika STIP tidak akan melewatkan keberadaannya.

 

“Penamaan ini bukan sekadar simbol, tapi bentuk pesan moral agar tragedi seperti ini tidak terulang. Saya berharap tidak ada lagi taruna yang menjadi korban kekerasan,” tambah Rusmini.

 

 

Pembuatan patung dan penamaan gedung menjadi cara pihak keluarga dan kampus dalam memperingati duka mendalam atas meninggalnya Rio.

 

Tragedi STIP Jakarta tersebut mengguncang publik, setelah diketahui Rio tewas akibat lima kali pukulan dari seniornya, Tegar Rafi Sanjaya, bersama dua pelaku lain yang kini telah dijatuhi hukuman.

Kini, kehadiran patung dan penamaan gedung menjadi penanda bahwa tragedi ini tak boleh dilupakan.

 

Sebuah pengingat keras akan pentingnya menghapus kekerasan dalam dunia pendidikan, terutama di lembaga semi-militer seperti STIP.(*)

 

Editor : Suharnanto
#kekerasan #Putu Satria Ananta Rustika #stip #taruna #patung #Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran