JEMBRANAEXPRESS.COM – Sebuah video pria berlumuran darah di Jalan Taman Pancing, Denpasar Selatan viral di media sosial pada Kamis (24/7/2025).
Banyak warganet menyebut insiden pria berlumuran darah tersebut akibat aksi kekerasan brutal.
Salah satu akun Facebook bahkan menulis, "Serem terjadi pembacokan di Taman Pancing," sehingga memicu kepanikan dan spekulasi liar di kalangan pengguna media sosial.
Namun, setelah dilakukan penyelidikan oleh kepolisian, fakta sebenarnya bertolak belakang dengan yang beredar di dunia maya.
Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi menyampaikan bahwa peristiwa tersebut bukanlah kasus pembacokan, melainkan aksi melukai diri sendiri.
Korban diketahui berinisial JS, pria asal Palembang, Sumatera Selatan. Kejadian sebenarnya terjadi di sebuah kos-kosan di Jalan Glogor Carik, Gang Leli No. 92, Pemogan.
"Korban melukai tangan kirinya sendiri menggunakan sebilah parang," jelas Sukadi, Jumat (25/7/2025).
Menurut saksi mata, seorang perempuan berinisial IJ ,21, JS datang ke tempat kos sekitar pukul 16.00 WITA dalam kondisi mabuk usai mengamen.
Tanpa alasan jelas, ia masuk ke kamar rekannya dan meminta parang yang biasa digunakan untuk membersihkan rumput.
Saat ditanya untuk apa parang itu, JS tiba-tiba menebaskannya ke lengan kirinya sendiri, menyebabkan luka serius hingga mengeluarkan banyak darah.
Korban sempat meminta lap kepada saksi untuk membalut lukanya, namun pendarahan terus berlangsung.
Saksi lainnya, pria berinisial MSMC ,27, yang berada di lokasi ikut panik dan segera membawa JS ke klinik terdekat. Karena kondisi korban cukup parah, ia kemudian dilarikan ke RSUP Prof Ngoerah.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit, JS sempat terjatuh di Jalan Taman Pancing Barat. Momen inilah yang terekam oleh warga dan kemudian viral dengan narasi menyesatkan seolah korban pembacokan.
"Faktanya, itu bukan tindak kriminal. Korban terluka karena ulahnya sendiri dan kini masih dalam perawatan di IGD," tegas Sukadi.
Korban mengalami luka terbuka yang cukup serius pada pembuluh arteri tangan kiri. Saat ini, polisi telah mengamankan sebilah parang yang digunakan dalam insiden tersebut sebagai barang bukti.
Motif JS melukai dirinya sendiri belum diketahui pasti, karena ia masih belum bisa dimintai keterangan. Sementara itu, istrinya dikabarkan sedang berada di Yogyakarta.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan menyebarkan informasi di media sosial, terutama jika belum jelas kebenarannya.
"Jangan cepat percaya narasi yang belum terverifikasi. Hoaks seperti ini bisa memicu keresahan," tutup AKP Sukadi.(*)
Editor : Suharnanto