JembranaExpress.Com - Hari kedua proses pembongkaran seng dan plastik yang dipasang petani di areal persawahan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih sebagai bentuk protes atas penutupan 13 akomodasi wisata oleh Pansus TRAP DPRD Bali, dipantau langsung oleh Kapolres Tabanan.
Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses pembongkaran berjalan aman dan situasi tetap kondusif.
Selain itu, ia juga menggelar pertemuan dengan 13 pemilik akomodasi wisata yang sebelumnya ditutup oleh Pansus TRAP DPRD Bali.
Baca Juga: BIRF 2026 Digelar Maret, Buleleng Kembali Jadi Panggung Seni Budaya Dunia
Dalam pertemuan tersebut, AKBP Bayu Pati menegaskan kehadiran pihak kepolisian bertujuan menindaklanjuti dinamika yang berkembang di kawasan Jatiluwih sekaligus menjaga stabilitas keamanan di salah satu destinasi wisata unggulan Bali tersebut.
“Kehadiran kami untuk memantau langsung pelaksanaan pembukaan seng sesuai kesepakatan sebelumnya, sekaligus memastikan situasi tetap kondusif,” ujar Bayu Pati, Selasa (6/1).
Ia mengungkapkan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dan berdiskusi dengan Bupati Tabanan serta Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan guna mencari solusi atas permasalahan yang melibatkan petani dan pemilik akomodasi wisata di kawasan Subak Jatiluwih.
Menurut Bayu Pati, berdasarkan hasil pembahasan bersama, disepakati agar persoalan yang melibatkan 13 akomodasi wisata tersebut dapat segera diselesaikan.
Pemerintah Kabupaten Tabanan bersama pihak terkait disebut telah bergerak bersama untuk mempercepat proses penyelesaian.
Selain memastikan kondisi keamanan, Kapolres Tabanan juga menekankan pentingnya menjaga citra Jatiluwih sebagai destinasi wisata dunia.
Ia menyebut situasi di kawasan tersebut mulai kembali kondusif sehingga wisatawan diharapkan dapat kembali berkunjung.
Tak hanya itu, Bayu Pati juga mengimbau masyarakat dan seluruh pihak terkait agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
“Untuk menjaga situasi tetap kondusif, kami mengharapkan unggahan di media sosial yang berpotensi memperkeruh suasana dapat dihapus. Kami juga berharap semua pihak bisa saling memaafkan dan menahan diri demi keamanan kawasan pariwisata Jatiluwih,” tambahnya.
Baca Juga: Motor Sewaan Dijual Tanpa Izin, Anggota Polisi di Buleleng Jadi Korban Penggelapan
Diberitakan sebelumnya, para petani di DTW Jatiluwih akhirnya sepakat mencabut seng dan plastik yang dipasang di areal persawahan.
Kesepakatan tersebut tercapai setelah pertemuan dengan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta anggota DPRD Kabupaten Tabanan di Kantor Desa Jatiluwih, Senin (5/1/2025).
Dalam pertemuan itu, petani menyatakan kesediaannya membongkar seng setelah Pemerintah Kabupaten Tabanan menyampaikan komitmen untuk menyiapkan moratorium khusus bagi masyarakat lokal pemilik lahan dalam menjalankan usaha di kawasan Subak Jatiluwih.
Langkah tersebut diharapkan menjadi jalan tengah antara pelestarian kawasan warisan budaya dunia dengan keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa