Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

PAD Jembrana Naik 32,5 Persen, Bupati Kembang Tegaskan Tak Ada Ruang “Main Mata” Pajak

I Gde Riantory Warmadewa • Selasa, 24 Februari 2026 | 06:52 WIB

 

Kepala BPKAD Jembrana I Gede Gusdiendi.
Kepala BPKAD Jembrana I Gede Gusdiendi.

 

JembranaExpress.Com - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jembrana mencatat kenaikan signifikan sebesar 32,5 persen dalam satu tahun kepemimpinan Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat).

Lonjakan tersebut disebut sebagai hasil dari pembenahan sistem pengelolaan pendapatan daerah yang lebih transparan dan akuntabel.

Baca Juga: Setahun Kembang–Ipat Pimpin Jembrana, 20 Program Unggulan Diklaim Mulai Terasa Manfaatnya

Bupati Kembang menegaskan, peningkatan PAD bukan sekadar angka, tetapi buah dari upaya “bersih-bersih” sistem, optimalisasi pendapatan daerah, serta efisiensi belanja.

“Saya instruksikan kepada seluruh jajaran, jangan main-main dengan pajak rakyat! Tidak boleh ada ruang untuk pungutan liar atau kebocoran sistem. Kita fokus pada digitalisasi bukan untuk gaya-gayaan, tapi untuk transparansi dan akuntabilitas,” tegasnya.

Berdasarkan data resmi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Jembrana (BPKAD), realisasi PAD tahun 2024 sebesar Rp184,5 miliar melonjak menjadi Rp244.572.715.955,30 pada tahun 2025.

Baca Juga: Pemkab Jembrana Apresiasi Atlet Porprov Bali XVI 2025, Bonus Emas Capai Rp80 Juta

Artinya, terjadi pertumbuhan sebesar Rp59,9 miliar dalam satu tahun. Bahkan, realisasi tersebut mencapai 105,96 persen dari target yang ditetapkan atau surplus sekitar Rp13,7 miliar.

Capaian ini menjadi salah satu lonjakan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan dinilai sebagai sinyal positif bagi penguatan fiskal daerah.

Kepala BPKAD Jembrana I Gede Gusdiendi, menjelaskan keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran aktif pimpinan daerah yang memimpin langsung Tim Optimalisasi Penerimaan PAD.

“Pimpinan secara rutin mengevaluasi langsung capaian realisasi di lapangan. Dengan keterlibatan aktif pimpinan, permasalahan yang dihadapi dapat terurai dan segera mendapatkan solusi,” ujarnya.

Baca Juga: Samsung Galaxy A07 5G Tawarkan Pengalaman 5G Nyaman di Harga Terjangkau, Ini Detail Lengkapnya

Tim ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu PAD serta pemangku kepentingan terkait guna memastikan tidak ada potensi yang terlewat.

 

Ia menambahkan, Bupati Kembang memberikan tiga arahan utama dalam pengelolaan PAD.

Pertama Integritas, menekankan kejujuran dalam pengelolaan dan pemungutan PAD, tanpa toleransi terhadap praktik “main mata”.

Kemudian yang kedua Akselerasi Digitalisasi, memperluas sistem pembayaran elektronik (e-retribusi) untuk meningkatkan transparansi dan meminimalisir kebocoran.

Ketiga Pemutakhiran Data, melakukan validasi potensi riil guna memastikan proses penagihan lebih akurat dan tepat sasaran.

Baca Juga: Relokasi PKL Lapangan Dauh Waru Berhasil, Trotoar Kini Tertib dan Kawasan Lebih Asri

“Sistem yang bersih dan transparan menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah,” imbuhnya.

Peningkatan PAD ini diharapkan menjadi modal kuat bagi Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam mempercepat realisasi visi dan misi pembangunan, terutama program-program yang langsung menyentuh masyarakat kecil.

Dengan tren pertumbuhan positif ini, Pemkab Jembrana optimistis mampu menjaga stabilitas keuangan daerah sekaligus memperluas ruang fiskal untuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi kerakyatan.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#PAD Jembrana #Kepala BPKAD Jembrana I Gede Gusdiendi #Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna #Pendapatan Asli Daerah Jembrana #Bupati jembrana i Made Kembang Hartawan