DENPASAR, JEMBRANA EXPRESS - Ratusan anak-anak pelestari seni budaya Bali memadati di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali, Denpasar, Minggu (3/12).
Anak-anak ini tengah mengikuti ujian kenaikan tingkat (UKT) pelatihan seni budaya Bali, bidang tabuh dan tari Bali yang digelar Sanggar Taman Giri Agung.
Kepala Seksi Penyajian dan Pengembangan Seni UPTD Taman Budaya Bali, Wayan Widastra mengatakan, sebelum dilakukan UKT ini, pelatihan tari dan tabuh yang diikuti anak-anak dilakukan setiap hari Minggu.
Dikatakan, anak-anak yang hadir untuk mengikuti latihan setiap hari Minggu sebanyak 669 anak. Tetapi yang mengikuti UKT ini dilakukan seleksi dan evaluasi, sehingga tidak semua bisa tampil.
“Anak-anak yang mengikuti UKT sebanyak 390 anak,mereka yang tampil yang sudah mandiri tanpa dipandu, sehingga layak untuk tampil,” jelasnya.
Menurutnya, latihan dimulai sejak 10 tahun silam, tepatnya pada tahun 2013. Diawali dengan pelatihan bersama maestro. “Waktu itu saya ikut sebagai peserta, dan pelatihan diawali dengan tari serta tabuh,” terangnya.
Tahun 2014, kata dia, peminat anak-anak untuk mengikuti pelatihan terus meningkat, dan berkembang.“Pelatihan tak hanya tabuh dan tari. Tapi ada juga gender, nyastra, lukis, hingga wayang saat itu,” sebutnya.
Adapun UKT tersebut yakni, UKT Tabuh Dasar, Madya, dan Terampil. Sedangkan tari, yakni pendet, condong, wiranata, puspanjali, teruna jaya, kupu-kupu, baris, jauk, dan tarian lainnya. (ade)
Editor : Suharnanto Jembrana Express