JEMBRANAEXPRESS - Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih sudah berlangsung pada Minggu 24 Maret 2024 dan Nyejer selama 21 sampai dengan Minggu 14 April 2024. Umat Hindu dari berbagai daerah datang.
Bagi pemedek tentu tidak akan bisa langsung sampai ke lokasi pura. Mereka harus memarkir kendaraan di tempat yang disediakan.
Untuk mencapai Pura Besakih, pamedek atau pengunjung bisa menggunakan shuttle bus. Sebagai alternatifnya, bisa menggunakan ojek.
Ratusan ojek siap mengantarkan para pamedek yang akan melakukan persembahyangan di Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem.
Lantas, bagaimana perbandingannya, apakah akan menggunakan shuttle atau ojek?
Jasa ojek menjadi alternatif bagi pamedek yang ingin menempuh jarak di area Kawasan Suci Pura Besakih.
Tarif ojek ternyata lebih terjangkau dibandingkan dengan menggunakan shuttle bus.
Tarif ojek hanya Rp 10 ribu, pamedek dapat diantarkan ke berbagai rute yang telah ditentukan.
Sedangkan untuk tarif shuttle untuk rute Manik Mas menuju Margi Agung dipatok Rp 20 ribu.
Terdapat empat pos ojek di kawasan Pura Agung Besakih, yaitu di Kedungdung, Manik Mas, Padma Bhuana, dan Ulun Setra.
Ojek di pos Kedungdung mengantarkan penumpang yang mengenakan bus dari dan ke pos Ulun Setra, sedangkan ojek di Manik Mas melayani rute menuju Padma Bhuana.
Humas Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Putu Gede Asnawa Dikta, mengatakan bahwa jumlah ojek di Besakih mencapai ratusan dan kemungkinan akan bertambah selama IBTK berlangsung.
"Tarif ojeknya Rp 10 ribu," paparnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, para ojek mengenakan rompi identitas dan siap mengantarkan pamedek yang selesai melakukan persembahyangan.
Sistem antrean diterapkan untuk mengatur ojek yang cukup banyak.
Karya IBTK di Pura Agung Besakih telah berlangsung sejak 24 Maret 2024 dan akan berakhir pada 14 April 2024.
Berikut perbandingan naik shuttle atau ojek di menuju Pura Besakih
Shuttle:
Kelebihan:
- Lebih nyaman karena duduk di dalam kendaraan.
- Bisa menampung banyak orang sekaligus.
- Cocok untuk membawa barang bawaan banyak.
- Tersedia berbagai rute
- Tidak khawatir terpisah dengan rombongan.
- Aman jika sedang dalam kondisi hujan.
Kekurangan:
- Tarif lebih mahal (Rp 20.000 untuk rute Manik Mas - Margi Agung).
- Kurang fleksibel karena harus mengikuti rute yang ditentukan.
- Bisa jadi ramai dan penuh.
Ojek:
Kelebihan:
- Tarif lebih murah (Rp 10.000 per rute).
- Lebih fleksibel karena bisa langsung dipesan dan diantar ke tujuan.
- Lebih cepat karena tidak perlu menunggu penumpang lain.
- Bisa merasakan udara segar selama perjalanan.
Kekurangan:
- Kurang nyaman karena duduk di atas motor.
- Hanya bisa menampung satu orang.
- Tidak cocok untuk membawa barang bawaan banyak.
- Berpotensi terpisah dengan rombongan jika tidak berangkat berbarengan.
- Berpotensi basah jika sedang terjadi hujan.
Demikian kekurangan dan kelebihan menggunakan shuttle bus atau ojek. Pemedek bisa memilih sesuai dengan kenyamanan masing-masing. ***
Editor : Y. Raharyo