JEMBRANAEXPRESS - Polres Tabanan masih gagal mengungkap kasus tabrak lari yang menewaskan warga di Jalan Raya Denpasar-Singaraja, sekitar Banjar Dinas Peneng, Desa Mekarsari, Baturiti, Tabanan pada hari Rabu (23/4) lalu. Polisi menyinggung soal CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Kecelakaan maut itu merenggut nyawa I Kadek Yudiana (22) dan membuat I Ketut Purna (22) mengalami luka-luka. Keduanya berasal dar Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung.
Menurut Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Adrian Rizki Ramadhan, mengatakan, saat ini timnya masih melakukan pencarian terhadap minibus yang diduga menabrak sepeda motor yang dikendarai kedua korban.
Kedua korban mengendarai sepeda motor Honda Vario DK 3312 FAW dari arah Denpasar menuju arah Singaraja.
Sampa di lokasi kejadian, datang minibus dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi mendahului sepeda motor lain yang berada di depannya hingga melewati marka as jalan dan menabrak sepeda motor korban. Setelah itu, minibus kabur melarikan diri.
AKP Adrian mengatakan, pencarian minibus penabrak masih terhambat minimnya CCTV di sekitar lokasi.
Dia mengatakan, timnya telah melakukan berbagai upaya, termasuk olah TKP ulang dan pemantauan di sekitar TKP. Namun, minimnya CCTV di lokasi kejadian menjadi kendala utama dalam mengidentifikasi minibus penabrak.
"Hanya ada satu CCTV di warung sebelah timur TKP, namun rekamannya tidak menjangkau jalan," ungkap AKP Adrian pada Rabu (1/5).
Kurangnya bukti visual dari CCTV mempersulit upaya identifikasi kendaraan penabrak dan pelacakan jejaknya. Hal ini berimbas pada lambatnya proses penyelesaian kasus.
Menyadari kendala ini, polisi menggandeng masyarakat untuk membantu pencarian minibus penabrak. AKP Adrian mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor.
"Kami mohon kepada masyarakat yang mungkin memiliki informasi, baik melihat kendaraan yang mencurigakan di sekitar TKP sebelum atau sesudah kejadian, atau memiliki rekaman CCTV di sekitar TKP, untuk segera melapor kepada kami," ungkap AKP Adrian. ***
Editor : Y. Raharyo