Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Upacara Mulang Pakelem, Berikut Ini Makna dari Ritual Suci yang Akan Digelar paska Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali

I Gde Riantory Warmadewa • Jumat, 25 Juli 2025 | 04:29 WIB
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan memastikan Pemkab Jembrana akan menggelar upacara Mulang Pakelem di Pelabuhan Gilimanuk.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan memastikan Pemkab Jembrana akan menggelar upacara Mulang Pakelem di Pelabuhan Gilimanuk.

JEMBRANAEXPRESS.COM – Demi menjaga keharmonisan alam dan keselamatan laut Bali, Pemkab Jembrana akan menggelar Upacara Mulang Pakelem di perairan Selat Bali.

 

Ritual suci yang digelar bertepatan dengan Tilem Kasa Sukra Pon Prangbakat ini merupakan bentuk penghormatan terhadap laut serta doa bersama untuk keselamatan pelayaran pasca insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali.

 

Upacara Segara Kerthi Mulang Pakelem ini akan berlangsung di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk pada Jumat (25/7/2025).

Prosesi akan diawali dengan pecaruan tingkat Catur Rebah di darat, dilanjutkan dengan upacara Bebangkit di laut, termasuk persembahan kerbau sebagai simbol penyucian.

 

Tiga sulinggih dari unsur Tri Sadhaka – brahmana, ida pandita, dan ida rsi – akan memimpin jalannya ritual adat Bali ini.

“Ini bukan hanya ritual adat, tapi bentuk tanggung jawab spiritual dan sosial kita terhadap laut Selat Bali. Doa kita panjatkan agar pelayaran di masa depan selalu dilindungi,” ungkap Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Rabu (24/7/2025).

 

Bupati Kembang juga menekankan pentingnya upacara ini dalam pelestarian tradisi spiritual Bali dan pelindungan ekosistem laut.

 

 

“Melalui ritual ini, kita wariskan budaya luhur dan perkuat identitas masyarakat Bali,” tegasnya.

Pelaksanaan ritual ini melibatkan PT ASDP Indonesia Ferry, Gapasdap Ketapang–Gilimanuk, serta kontribusi masyarakat melalui sistem punia atau donasi gotong royong.

 

Ketua panitia upacara, Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahaikusuma, menambahkan bahwa rangkaian acara juga akan dilengkapi dengan tradisi Petik Laut para nelayan Gilimanuk, serta doa lintas agama sebagai simbol persatuan.

“Kami undang para pemuka agama untuk ikut memanjatkan doa bagi keselamatan laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujar Gus Tony.

 

Melalui upacara Mulang Pakelem ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga laut Bali tetap terjaga. Selat Bali harus terus menjadi ruang suci, aman, dan lestari bagi generasi mendatang.(*)

Editor : Suharnanto
#selat bali #upacara mulang pakelem #Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya #Ritual suci #Bupati jembrana i Made Kembang Hartawan #dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk