Pengempon Pura Luhur Pakendungan Jro Mangku Gede Kasna menyebutkan Keris Ki Baru Gajah yang menjadi inti pada pelaksanaan tradisi. Yaitu Ngrebeg adalah agar hama tikus atau hama tanaman lainnya tidak merusak padi karena diyakini bahwa padi tersebut adalah milik Ida Hyang Betara Guru.
Kalau sampai tikus-tikus tersebut berani merusak padi itu semestinya akan dikuburkan ke dalam tanah.
Untuk itu, agar hama tanaman (tikus) tidak merusak tanaman pertanian tersebut dilaksanakanlah kedua tradisi ini.
Dengan demikian, diharapkan tikus-tikus tersebut kembali ke tempatnya di sisi barat daya. Terutama di sekitar Pura Luhur Pakendungan di bawah pohon bunut yang berlokasi di pinggir sungai.
"Hingga saat ini hal ini diyakini oleh masyarakat Kecamatan Kediri, Tabanan," sebutnya.
Saat prosesi Ngerebeg ini, selain mengusung pusaka keris dari Puri Kediri menuju Pura Luhur Pekendungan juga menggunakan sarana berupa kober dan tombak serta penggunaan pretima yang terbuat dari pelepah pohon enau.
Kemudian prosesi ngerebeg juga sering diiringi dengan pementasan kesenian Okokan yang menjadi ciri khas kebudayaan masyarakat Kediri, Tabanan yang juga berfungsi untuk nangluk merana.
“Kami meyakini, pelepah pohon sebagai sarana mengusir wabah. Karena tujuan dari Ngerebeg ini sebagai ritual Nangluk Merana, khususnya wabah di lahan pertanian,” tutupnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika