Setelah itu dilanjutkan dengan mengelilingi banjar masing-masing terlebih dahulu.
Dilanjutkan dengan mengelilingi desa sebanyak satu kali. Selain itu, dalam kegiatan mengelilingi desa ini canang segehan Panca Warna dihaturkan setiap melintasi banjar-banjar yang akan dilewati di Desa Kediri ini.
Tokoh masyarakat Kediri, Anak Agung Ngurah Panji menyebutkan saat dilaksanakan baik anak-anak atau orang dewasa tumpah ruah saat menjelang malam, dengan membawa obor sebagai alat penerangan untuk melintasi perjalanan.
Mereka berbaris rapi saat pementasana Okokan. Pada barisan utama diawali dengan alat Okokan yang sudah disakralkan (pasupati).
“Berbeda dengan kegiatan Tektekan yang hanya untuk dipentaskan yang tidak bersifat sakral, alat yang telah di pasupati tidak digunakan dalam acara festival atau acara yang lainnya yang tidak bersifat sakral,” tutupnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika