Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Mitos Beringin Keramat di Pura Kehen Bangli: Batang pohon Patah, Pertanda ada Musibah

I Putu Mardika • Jumat, 3 Mei 2024 | 05:24 WIB

Pohon Beringin Keramat di Pura Kehen Bangli yang jika dahannya ada patah sebagai pertanda adanya musibah
Pohon Beringin Keramat di Pura Kehen Bangli yang jika dahannya ada patah sebagai pertanda adanya musibah
JEMBRANA EXPRESS-Selain keunikan dan keindahan yang begitu mempesona di Pura Kehen, Desa Cempaga, Kecamatan Bangli ini juga terdapat nuansa magis tentang pohon beringin yang mitosnya jika batang pohon beringin tersebut ada yang patah maka akan terjadi grubug (musibah).

Mitosnya letak bagian yang patah juga diyakini sebagai pertanda musibah tertentu akan melanda orang tertentu.

Misalnya pada saat Raja Bangli meninggal dunia, dahan pohon beringin yang letaknya di Kaja Kangin (Timur Laut) patah.

Kemudian jika ada pendeta yang meninggal, maka dahan pohon beringin sebelah Kaja Kauh (Barat Laut) patah.

Baca Juga: Pura Kehen Bangli: Diempon oleh Gebog Domas, Diyakini sudah Ada sejak Abad IX

Sedangkan jika bagian yang patah letaknya Kelod Kangin (Tenggara) dan Kelod Kauh (Barat Daya) maka diyakini akan ada musibah yang menimpa masyarakat.

Mitos ini sudah beredar secara turun temurun di daerah Bangli dan sekitarnya.

Dikatakan Jro Kehen jika mitos pohon beringin yang saat ini masih berkembang dan dipercayai.

Mitos itu sudah ada sejak zaman kerajaan Raja Ratu Ida Bhatara Guru Sri Adhikunti Ketana yang merupakan raja ke-18 yang memimpin Bangli.

Sejak zaman itu masyarakat khususnya Bangli sudah mengenal dan mengetahui tentang mitos pohon beringin yang ada di Pura Kehen yaitu jika batang pohon beringin tersebut ada yang patah maka akan terjadi grubug (musibah).

Mitos pohon beringin di Pura Kehen sudah pernah terjadi tiga kali.

Yang pertama pada tahun 1964, pada saat itu Raja Bangli yang terakhir yaitu Anak Agung Ngurah meninggal dunia, dahan pohon beringin yang patah adalah di sebelah selatan karena tempat tinggal beliau di selatan Pura Kehen Bangli.

Mitos itu hingga kini masih diyakini. Dimanapun arah dahan pohon beringin itu patah pasti yang akan meninggal adalah yang memiliki tempat tinggal atau rumah yang sesuai dengan arah patahnya dahan pohon beringin tersebut.

Sejak kejadian tersebut kepercayaan masyarakat akan mitos tersebut semakin kuat. Selain hal tersebut setiap tahun setiap ulang tahun Kota Bangli pasti dibacakan lintasan sejarah Kota Bangli yang ada kaitannya dengan Pura Kehen.

“Disana selalu disampaikan tentang Bhisama Pura Kehen dan mitosnya. Mitos ini sudah berkembang secara turun temurun di Daerah Bangli dan sekitarnya dan masyarakat Bangli masih sangat mempercayai mitos tersebut sampai saat ini,” tutupnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#mitos #bhisama #cempaga #pura kehen #bangli #pura #musibah #Beringin