Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Pelinggih Ratu Bagus Sundawan di Pura Negara Gambur Anglayang: Simbol Keyakinan Kristen, Kerap Mepaica Kain

I Putu Mardika • Sabtu, 4 Mei 2024 | 18:49 WIB

 

Pelinggih Ratu Bagus Sundawan di Pura Negara Gambur Anglayang, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng yang merupakan simbol terhadap keyakinan Kristen
Pelinggih Ratu Bagus Sundawan di Pura Negara Gambur Anglayang, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng yang merupakan simbol terhadap keyakinan Kristen
JEMBRANA EXPRESS-Ratu Bagus Sundawan menjadi menjadi salah satu pelinggih yang ditemukan di Pura Negara Gambur Anglayang, yang terletak di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan.

Pelinggih ini tergolong unik. Sebab, pelinggih Ratu Bagus Sundawan kerap mepaica (menganugerahkan) kain, bahkan bisa tutup sokasi tempat menaruh kain terbuka sendiri.

Penyarikan Pura Negara Gambur Anglayang, Nyoman Laken menyebukan, Pelinggih Ratu Bagus Sundawan memang menjadi salah satu gugusan pelinggih di Pura Negara Gambur Anglayang.

Tak bisa dipungkiri, jika gugusan pelinggih di Pura ini mencerminkan pluralisme. Selain itu, umat Hindu Bali juga banyak yang nangkil ke pura ini.

Baca Juga: Budaya Tionghoa di Pura Dalem Balingkang: Gunakan Uang Kepeng, Ada Tarian hingga Musik bernuansa Tionghoa

Sebut saja dari Suku Sunda, ada Palinggih Ratu Bagus Sundawan, selanjutnya ada Suku Melayu, yakni Palinggih Ratu Bagus Melayu.

Untuk sthana Ratu Ayu Syahbandar dan sthana ratu manik mas adalah mencirikan unsur Buddha dan Cina. Selanjutnya ada Palinggih Ratu Pasek, Ratu Gede Siwa, dan Dewi Sri yang menjadi simbol unsur Hindu.

Khusus Pelinggih Ratu Bagus Sundawan posisinya terletak di bagian Utama Mandala yang bersebelahan dengan Palinggih Sedahan Tukang dan Palinggih Ratu Agung Melayu.

Bentuk Palinggih Ratu Bagus Sundawan berupa sekepat sari berbahan kayu.

Konon, latar belakang dari pendirian Palinggih ini juga merupakan salah satu ungkapan rasa terimakasih dari kelompok pedagang yang kapalnya karam di kawasan pantai Kutabanding (Kubutambahan).

Lebih lanjut, Laken mengatakan bahwa, kelompok pedagang tersebut merupakan penganut agama Kristen yang datang dari daerah Sunda, Jawa Barat.

Disebutkan bahwa Ratu Bagus Sundawan sebagai sosok lanang atau laki-laki yang ganteng. Dalam kepercayaan masyarakat, Palinggih ini sering mapaica atau menganugerahi kain.

Konon jika Ratu Bagus Sundawan menghendaki maka sokasi atau besek akan terisi wastra atau kain, sampai sampai tutup dari sokasi tersebut akan terbuka sendiri.

Sehingga wastra atau kain itu digunakan sebagai peganti wastra Palinggih Ratu Bagus Sundawan yang sebelumnya.

Selain itu ada juga kain yang berwarna biru dengan balutan selendang antik itu merupakan kain yang sudah ratusan tahun lamanya.

Begitu pula kain batik coklat dengan dasar putih dengan balutan selendang antik masih ada hingga kini masih digunakan saat upacara hari piodalan.

Palinggih Ratu Bagus Sundawan ini memiliki bentuk yang sedikit berbeda dengan Palinggih lainnya yang berada di Pura Negara Gambur Anglayang yakni terletak pada ornamen yang terdapat di dalam Palinggih.

Dimana dalam lukisan yang ada di Palinggih Ratu Bagus Sundawan ini lebih berbentuk atau bernuasa Kristen karena lukisan tersebut mirib dengan nuansa Bunda Maria.

“Palinggih Ratu Bagus sundawan sangat erat kaitannya dengan penganut Kritiani,” ungkap Laken yang sudah puluhan tahun ngayah di pura ini.

Ini terlihat dari penamaan Palinggih yang memiliki akar kata “Sunda” dalam nama “Sundawan” yang merupakan satu wilayah di Jawa Barat dengan penganut Kristiani yang cukup banyak.

Selain itu bentuk ukiran maupun lukisan yang terdapat pada Palinggih yang memiliki nuansa Kristiani.

Bentuk dari bangunan Palinggih Ratu Bagus Sundawan berbahan dasar kayu majegau yang diyakini sampai saat ini belum pernah diganti.

Meskipun dilakukan pembaharuan warna namun bahan dasar kayu dari Palinggih ini belum pernah diganti.

Arsitektur Palinggih berkaitan dengan mitologi agama Kristen, sehingga menjadi sebuah dasar religi dari para pedagang yang berasal dari Sunda.

Ciri Kristiani pada Palinggih Ratu Bagus Sundawan, terlihat dari relief dan ukiran yang menghias Palinggih.

Pada bagian Parba Palinggih yakni bagian Palinggih yang berisikan lukisan dengan nuansa Kristen.

Struktur dari Palinggih Ratu Bagus Sundawan sama dengan Palinggih pada umumnya yakni menggunakan konsep triangga yaitu memiliki tiga bagian atau tiga palih.

Pada bagian kaki disebut dengan palih Bebaturan Sor atau Pertiwi yaitu, bebaturan yang terletak paling bawah, terbuat dari pasangan batu.

Bagian badan disebut dengan palih Batur Sari yaitu, bagian bebaturan yang terletak di atas bebaturan sor.

Sedangkan bagian kepala disebut dengan palih sari yaitu, bagian paling atas dari pelinggih tepatnya diatas Batur Sari sampai pada atap pelinggih. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#pelinggih #Kristiani #Ratu Bagus Sundawan #suku #hindu bali #sunda #kristen #pura #Pura Negara Gambur Anglayang